Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Strategi Investasi Jangka Panjang untuk Mencari Saham Undervalued

Strategi Investasi Jangka Panjang untuk Mencari Saham Undervalued
ilustrasi analisis saham (pexels.com/AlphaTradeZone)
Intinya Sih
  • Saham undervalued diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya, tetapi tetap memiliki fundamental dan prospek bisnis yang baik.

  • Investor dapat menilainya melalui rasio valuasi, pertumbuhan laba, arus kas, tingkat utang, dan kualitas model bisnis.

  • Nilai intrinsik dan margin of safety membantu investor menentukan harga beli serta mengurangi risiko kesalahan valuasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Fluktuasi pasar akibat kondisi ekonomi dan sentimen global dapat membuat harga saham bergerak menjauhi nilai wajarnya. Hal ini menciptkan peluang membeli saham berkualitas yang diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya atau undervalued.

Dalam dunia investasi, strategi tersebut sering disebut value investing. Lantas, bagaimana strategi investasi jangka panjang untuk mencari saham undervalued? Simak penjelasannya berikut ini!

Strategi investasi jangka panjang untuk mencari saham undervalued

Mencari saham undervalued bisa dilakukan dengan menyaring valuasi, memeriksa fundamental, dan memperkirakan nilai wajarnya. Berikut langkah-langkah yang dapat diterapkan investor.

1. Menyaring saham berdasarkan rasio valuasi

Investor dapat melakukan penyaringan awal menggunakan rasio Price to Earnings Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV). Rasio tersebut untuk melihat poosisi valuasi saham dibandingkan dengan laba dan nilai buku perusahaan.

PER atau PBV yang rendah dapat menjadi indikasi awal saham undervalued. Namun, perbandingannya harus dilakukan terhadap emiten sejenis dan riwayat valuasi perusahaan.

Beberapa rasio yang dapat diperhatikan meliputi:

  • PER adalah membandingkan harga saham dengan laba per saham.
  • PBV adalah membandingkan harga saham dengan nilai buku per saham.
  • Price to Cash Flow adalah membandingkan harga saham dengan arus kas perusahaan.
  • Dividend yield menunjukkan besarnya imbal hasil dividen dibandingkan harga saham.

2. Memeriksa pertumbuhan pendapatan dan laba

Saham harga murah akan lebih menarik jika perusahaan memiliki kinerja yang sehat. Investor dapat memeriksa pertumbuhan pendapatan dan laba bersih minimal dalam tiga hingga lima tahun terakhir.

Pertumbuhan tidak harus selalu tinggi, tetapi sebaiknya konsisten dan didukung kegiatan operasional. Lonjakan laba akibat penjualan aset atau keuntungan kurs belum tentu dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

3. Menilai arus kas perusahaan

Arus kas digunakan untuk memastikan laba perusahaan benar-benar menghasilkan uang tunai. Salah satu indikator yang diperiksa adalah arus kas operasi, kas yang dihasilkan dari kegiatan utama perusahaan.

Arus kas operasi yang positif dan stabil menunjukkan kemampuan bisnis dalam membiayai kegiatan usaha. Sebaliknya, laba yang meningkat tetapi tidak diikuti arus kas dapat menjadi tanda kualitas laba perlu diperiksa.

Ingin memperdalam cara menilai peluang investasi berdasarkan data dan kondisi pasar? Ikuti Fortune Indonesia Investment Forum 2026.

Fortune Indonesia Investment Forum 2026 adalah forum investasi premium yang dirancang untuk membantu investor memahami tren ekonomi global dan menyusun strategi investasi dengan lebih terarah.

Selama satu hari penuh, Anda akan mempelajari strategi investasi lintas aset, mulai dari saham, fixed income, kripto dan aset digital, private capital, komoditas, hingga real assets.

Benefit yang didapatkan:

  • Insight dari investor, ekonom, dan investment expert terkemuka
  • Pembahasan tren ekonomi global serta peluang investasi lintas aset
  • Networking dengan investor, profesional, dan pelaku industri
  • Akses rekaman sesi hingga 10 hari (Regular Pass) atau 30 hari (VIP Pass)
  • Langganan Majalah Fortune selama satu tahun
  • Makan siang dan 2 kali coffee break
  • Khusus VIP Pass: jalur registrasi eksklusif, tempat duduk premium di barisan depan, akses VIP Lounge, area makan siang eksklusif, serta sesi tanya jawab prioritas dengan para pembicara.

Daftar sekarang dan dapatkan tiket di sini: Fortune Indonesia Investment Forum 2026

4. Memeriksa tingkat utang

Utang yang terlalu besar dapat meningkatkan risiko keuangan, terutama ketika suku bunga naik atau pendapatan perusahaan menurun. Investor dapat menggunakan Debt to Equity Ratio (DER) untuk membandingkan total utang dengan ekuitas.

Batas DER yang dianggap sehat berbeda pada setiap sektor. Karena itu, rasio tersebut perlu dibandingkan dengan emiten sejenis dan kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas untuk membayar kewajiban.

5. Memahami model bisnis perusahaan

Saham undervalued layak disimpan dalam jangka panjang berasal dari perusahaan dengan model bisnis yang jelas. Investor perlu memahami sumber pendapatan, struktur biaya, dan faktor yang memengaruhi pertumbuhan perusahaan.

Perhatikan pula keunggulan kompetitif yang membuat perusahaan sulit disaingi. Keunggulan tersebut dapat berupa merek kuat, jaringan distribusi luas, biaya produksi rendah, teknologi, atau tingkat loyalitas pelanggan.

6. Menghitung nilai intrinsik saham

Nilai intrinsik merupakan estimasi nilai wajar saham berdasarkan kondisi fundamental dan prospek perusahaan. Investor dapat menghitungnya menggunakan beberapa metode, seperti:

  • Discounted Cash Flow (DCF)
  • Dividend Discount Model (DDM)
  • Metode relatif melalui PER dan PBV.

Hasil perhitungan tersebut kemudian dibandingkan dengan harga saham di pasar. Jika harga pasar berada di bawah nilai intrinsiknya, saham berpotensi undervalued.

Namun, perhitungan tetap perlu menggunakan asumsi yang realistis karena setiap metode dapat menghasilkan estimasi berbeda.

7. Menentukan margin of safety

Margin of safety adalah selisih antara nilai intrinsik dan harga pasar yang berfungsi sebagai ruang pengaman. Selisih ini tersebut mengurangi risiko apabila asumsi pertumbuhan atau perhitungan nilai wajar meleset.

Rumus margin of safety adalah:

Margin of safety = (Nilai intrinsik − Harga pasar) ÷ Nilai intrinsik × 100 persen

Kesalahan yang perlu dihindari

Kesalahan utama dalam mencari saham undervalued adalah menyamakan harga murah dengan valuasi murah. Perlu diingat bahwa harga per lembar saham tidak menunjukkan mahal atau murahnya suatu perusahaan.

Nah, berikut kesalahan lain yang perlu dihindari investor meliputi:

  • Mengandalkan satu rasio valuasi.
  • Membandingkan perusahaan dari sektor berbeda.
  • Menggunakan laporan keuangan yang sudah tidak relevan.
  • Mengabaikan kualitas manajemen dan tata kelola.
  • Membuat asumsi pertumbuhan yang terlalu optimistis.
  • Membeli saham hanya karena harganya terus turun.
  • Menempatkan terlalu banyak modal pada satu emiten.

Jadi, strategi investasi jangka panjang untuk mencari saham undervalued perlu menggabungkan valuasi murah dengan fundamental yang sehat. Investor dapat memulainya dengan menyaring rasio keuangan, menghitung nilai intrinsik, hingga menentukan margin of safety.

FAQ seputar strategi investasi jangka panjang untuk mencari saham

Apa yang dimaksud saham undervalued?

Saham undervalued adalah saham yang diperdagangkan di bawah estimasi nilai intrinsik perusahaan.

Apa perbedaan saham undervalued dan value trap?

Saham undervalued memiliki harga di bawah nilai wajarnya, tetapi tetap didukung fundamental bisnis. Sebaliknya, value trap adalah saham yang terlihat murah, padahal mencerminkan masalah dalam perusahaan.

Apakah saham dengan harga murah selalu undervalued?

Tidak. Harga murah dapat mencerminkan penurunan fundamental, tingginya utang, atau prospek bisnis yang memburuk. Kondisi ini dapat mengarah pada value trap.

Apa fungsi margin of safety?

Margin of safety memberikan ruang pengaman antara nilai intrinsik dan harga pasar untuk mengurangi risiko ketika asumsi valuasi meleset.

Share Article
Editorial Team

Latest in Finance

See More