Bank OCBC Caplok OCBC Sekuritas dengan Dana Internal Rp453,44 Miliar

- Bank OCBC NISP mengakuisisi 99,9999% saham PT OCBC Sekuritas Indonesia senilai Rp453,44 miliar menggunakan dana internal untuk memperkuat ekosistem keuangan grup.
- Aksi korporasi ini menjadikan Bank OCBC sebagai perusahaan induk konglomerasi keuangan operasional (PIKK) dalam struktur baru konglomerasi OCBC Group di Indonesia.
- Hingga Maret 2026, Bank OCBC mencatat laba bersih Rp1,36 triliun dan pertumbuhan aset 7% YoY dengan rasio kredit bermasalah tetap terjaga di level 2,1%.
Jakarta, FORTUNE - PT Bank OCBC NISP Tbk memperkuat ekosistem keuangannya lewat akuisisi PT OCBC Sekuritas Indonesia dari OCBC Ltd.
Aksi korporasi ini dilakukan melalui pembelian 98,99 persen saham PT OCBC Sekuritas Indonesia dari OCBC Ltd dengan nilai transaksi Rp453,44 miliar. Selain itu, Bank OCBC akan membeli 1,0067 persen saham yang dimiliki pemegang saham minoritas sehingga total kepemilikannya di perusahaan sekuritas tersebut mencapai 99,9999 persen.
Bank OCBC menyatakan seluruh pendanaan untuk transaksi tersebut berasal dari kas internal perusahaan. Setelah transaksi rampung, Bank OCBC akan menjadi pemegang saham pengendali PT OCBC Sekuritas Indonesia. Dalam struktur baru tersebut, OCBC NISP akan berperan sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan Operasional (PIKK).
"Pengambilalihan atas OCBC Sekuritas dilakukan dalam rangka pembentukan konglomerasi keuangan OCBC Group di Indonesia, di mana perseroan berperan sebagai PIKK dan PTOS sebagai anggota konglomerasi keuangan," demikian tertulis dalam keterbukaan informasi, Kamis (4/6).
Bank OCBC juga menyebut transaksi tersebut dikecualikan dari ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di bidang pasar modal. Pengecualian tersebut mengacu pada Pasal 89 Peraturan OJK mengenai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK), yang mengatur bahwa restrukturisasi kepemilikan maupun pengalihan saham untuk memenuhi ketentuan pembentukan PIKK dan Konglomerasi Keuangan tidak tunduk pada ketentuan pasar modal tertentu.
Pada awal tahun ini, OCBC diketahui membukukan kinerja solid. Hingga 31 Maret 2026, bank swasta ini mencatat laba bersih sebesar Rp1,36 triliun, tumbuh 5 persen secara tahunan (YoY). Total aset OCBC juga meningkat 7 persen YoY menjadi Rp312,9 triliun.
Dari fungsi intermediasi, OCBC mencetak penyaluran Rp171,0 triliun dengan kualitas aset yang tetap terjaga. Kredit Bermasalah Bruto (NPL gross) terjaga di level 2,1 persen dan Loan at Risk (LaR) membaik ke 5,3 persen dibandingkan 5,4 persen pada tahun sebelumnya.
Dari sisi pendanaan, jumlah dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp226,4 triliun, tumbuh empat persen secara tahunan.

















