Asuransi Astra Ungkap Sederet Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Kinerja

- Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen pada Mei 2026, memengaruhi berbagai sektor termasuk industri asuransi.
- Presiden Direktur Asuransi Astra menyebut pelemahan rupiah tidak berdampak besar karena portofolio perusahaan berfokus pada pasar domestik dan menerapkan natural hedging secara hati-hati.
- Laporan keuangan April 2026 menunjukkan investasi Asuransi Astra mencapai Rp17,05 triliun, naik 7,56 persen dari tahun sebelumnya dengan dominasi reksadana dan obligasi korporasi.
Jakarta, FORTUNE - Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) hingga nilai tukar rupiah yang masih terus tertekan memberikan dampak besar bagi banyak sektor industri, termasuk di antaranya asuransi.
Sebelumnya, BI memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen pada Mei 2026 untuk mengatasi pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS.
Presiden Direktur Asuransi Astra Maximiliaan Agatisianus mengatakan perkembangan ekonomi domestik tidak terlepas dari dinamika global yang memengaruhi nilai tukar dan kebijakan moneter. Kenaikan BI Rate sebesar 50 basis poin kemudian menjadi salah satu faktor yang mendapat perhatian pelaku industri.
Sektor otomotif merupakan salah satu paling sensitif terhadap kenaikan suku bunga BI. Pasalnya, kebijakan ini perpotensi melemahkan permintaan kendaraan, apalagi sebagain besar pembelian dilakukan lewat skema kredit yang disertakan dengan pembelian polis asuransi. Sehingga, kendaraan bermotor adalah salah satu penopang bisnis asuransi.
Sementara terkait pelemahan rupiah, Maximiliaan menilai hal itu tidak memberikan dampak signifikan terhadap portofolio Asuransi Astra. Ini karena sebagian besar portfolio perusahaan berorientasi pada pasar domestik, bukan valuta asing.
“Secara portofolio kami yang berbasis US dollar tidak terlalu banyak. Kami melakukan natural hedging secara prudent, sehingga impact secara kami tidak terlalu secara langsung,” ujar Maximiliaan dalam acara Konferensi Pers Astra di Jakarta, Rabu (3/6).
Berdasarkan laporan keuangan Asuransi Astra periode April 2026, jumlah investasi yang dibukukan senilai Rp17,05 triliun, meningkat 7,56 persen dari Rp15,85 triliun pada April 2025. Rinciannya, portfolio di deposito mencapi Rp764,3 miliar, obligasi korporasi sebesar Rp3,02 triliun, dan reksadana Rp10,8 triliun.
"Kalau untuk (reksadana) pasar uang dan pasar obligasi pendapatan tetap relatif. Kami akan ikutin perkembangan yield," pungkasnya.

















