Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Asuransi Astra Klaim Kinerja Asuransi Otomotif Masih Tumbuh, Ini Pendorongnya

Asuransi Astra Klaim Kinerja Asuransi Otomotif Masih Tumbuh, Ini Pendorongnya
Presiden Direktur Asuransi Astra, Maximiliaan Agatisianus
Intinya Sih
  • Asuransi Astra mencatat pertumbuhan kinerja asuransi otomotif didorong peningkatan penjualan kendaraan bermotor, dengan kontribusi segmen ini mencapai sekitar 35 persen dari total pendapatan perusahaan.
  • Data Gaikindo menunjukkan penjualan mobil April 2026 naik 55 persen secara tahunan, sementara OJK mencatat premi asuransi kendaraan bermotor tumbuh hampir 10 persen menjadi Rp4,10 triliun.
  • Perusahaan fokus pada ekspansi organik dan diversifikasi bisnis di segmen otomotif, komersial, serta kesehatan, sambil mengoptimalkan teknologi untuk memperkuat pertumbuhan jangka panjang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Asuransi Astra mengklaim kinerja asuransi otomotif masih tumbuh terdorong naiknya penjualan kendaraan bermotor.

Presiden Direktur Asuransi Astra, Maximiliaan Agatisianus mengatakan kontribusi asuransi kendaraan bermotor masih menjadi penopang utama pendapatan perusahaan. Segmen tersebut menyumbang sekitar 35 persen total portofolio pendapatan Asuransi Astra.

"Jadi kami bisa tumbuh walaupun tipis, tapi setidaknya kami tidak terjadi kontraksi untuk asuransi kendaraan bermotor, asuransi Astra," ujar Maximiliaan dalam konfrensi pers di Jakarta, Rabu (3/6).

Menurutnya, pertumbuhan bisnis asuransi kendaraan bermotor tidak terlepas dari peningkatan penjualan kendaraan yang mayoritas dilakukan melalui skema pembiayaan. Dalam skema tersebut, kendaraan yang dibiayai umumnya juga dilengkapi dengan perlindungan asuransi sehingga mendorong pertumbuhan premi.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales mobil pada April 2026 tercatat 80.776 unit atau naik sekitar 55persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat premi asuransi kendaraan bermotor mencapai Rp4,10 triliun atau tumbuh 9,97 persen secara tahunan.

Meski demikian, perusahaan tetap berupaya memperluas sumber pertumbuhan melalui diversifikasi bisnis agar tetap relevan dengan perkembangan pasar. Asuransi Astra menegaskan fokus ekspansi saat ini masih mengarah pada pertumbuhan organik.

Dengan begitu, peluang pengembangan bisnis masih terbuka, terutama pada segmen asuransi kendaraan bermotor, asuransi komersial, dan asuransi kesehatan. Selain itu, perusahaan juga menilai pemanfaatan teknologi akan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.

Hingga April 2026, Asuransi Astra mencatatkan pendapatan premi bruto sebanyak Rp3,66 triliun. Angka ini naik dari periode yang sama tahun 2025 yang sebesar Rp3,36 triliun. Sementara itu beban klaimnya mencapai Rp1,37 triliun, naik juga dari April 2025 yang sebesar Rp1,28 triliun.

Share Article
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .

Related Articles

See More