Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

PNM Bakal Diambil Alih Kemenkeu, Begini Kinerja Laba dan Asetnya

PNM Bakal Diambil Alih Kemenkeu, Begini Kinerja Laba dan Asetnya
ilustrasi gedung PNM (dok. PNM)
Intinya Sih
  • Akan dijadikan bank khusus penyalur KUR dengan tujuan menekan subsidi bunga dan meningkatkan efisiensi pembiayaan UMKM.

  • PNM mencatat lonjakan laba dari Rp359 miliar pada 2020 menjadi Rp1,14 triliun pada 2025.

  • Sinergi dalam holding Ultra Mikro bersama BRI dan Pegadaian memperkuat digitalisasi, efisiensi operasional, serta akses pembiayaan bagi pelaku usaha ultra mikro.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE – Kementerian Keuangan mulai melancarkan manuver demi mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Langkah ini bukan sekadar perpindahan administratif, melainkan bagian dari desain besar pemerintah menyulap lembaga tersebut menjadi bank khusus penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna memacu denyut bisnis UMKM.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan telah menyampaikan rencana tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto. Saat ini, pemerintah tengah menggodok kalkulasi mendalam terkait dampak serta manfaat ekonomi dari pengalihan kendali ini.

Hasrat Kementerian Keuangan memegang kendali penuh atas PNM dipicu oleh besarnya beban subsidi bunga yang selama ini mengalir ke perbankan.

“Kalau KUR yang lewat bank-bank itu [Kemenkeu] bayar [subsidi] bunga sampai 18 persen. Uang hilang setiap tahun Rp40 triliun,” ujar Purbaya beberapa waktu lalu.

Dalam hitungan fiskal Purbaya, alokasi subsidi bunga KUR tahunan sebesar itu dianggap tidak efisien. Dengan menarik PNM langsung ke bawah komando Kemenkeu, dana jumbo tersebut diharapkan dapat dikelola sebagai skema pembiayaan langsung.

Strategi ini diklaim mampu memangkas bunga pinjaman bagi pelaku UMKM hingga ke level lebih kompetitif.

Namun, di tengah ambisi efisiensi tersebut, PNM sebenarnya tengah menikmati masa keemasan di bawah naungan ekosistem holding Ultra Mikro BRI Group. Integrasi strategis yang dijalin bersama BRI dan Pegadaian sejak 2021 itu terbukti memberikan napas baru bagi kinerja perusahaan.

Tengok saja laporannya: laba bersih PNM meroket tajam dari posisi Rp359 miliar pada 2020 menjadi Rp1,14 triliun pada 2025. Pertumbuhan laba yang melampaui tiga kali lipat ini bukan hanya buah dari ekspansi pasar, melainkan cermin dari pengelolaan risiko yang kian mumpuni.

Group CEO BRI, Hery Gunardi, menegaskan pencapaian gemilang ini adalah bukti nyata sinergi ekosistem. Melalui payung holding tersebut, PNM mampu memperlebar jangkauan layanan sekaligus memperkuat skalabilitas bisnis lewat digitalisasi dan integrasi sistem.

“Kinerja PNM yang terus membaik menjadi refleksi bahwa pendekatan ekosistem ini efektif dalam menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” kata Hery.

Ketangguhan PNM juga terlihat dari sisi neraca. Total aset perseroan melonjak dari Rp31,7 triliun pada 2020 menjadi Rp57,0 triliun pada 2025. Ekspansi agresif ini berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas intermediasi, dengan liabilitas ikut tumbuh dari Rp26,1 triliun menjadi Rp45,3 triliun pada periode yang sama.

Fundamental permodalan pun tidak kalah mentereng. Ekuitas PNM tumbuh lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun terakhir, yakni dari Rp5,6 triliun (2020) menjadi Rp11,7 triliun (2025). Kokohnya struktur modal ini menjadi banteng pelindung bagi keberlanjutan bisnis di tengah dinamika ekonomi yang tak menentu.

Lebih jauh, Hery menekankan ekosistem ini bukan sekadar soal angka di atas kertas. Fokus pada akses pembiayaan bagi perempuan pelaku usaha ultra mikro telah memberikan kontribusi konkret bagi inklusi keuangan nasional. Kini, bola panas rencana pengambilalihan PNM berada di tangan pemerintah: tetap mempertahankan sinergi yang sudah terbukti moncer, atau bertaruh pada skema baru demi penghematan APBN.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Related Articles

See More