Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Bidik Naik Kelas Ke KBMI 2 pada 2028, Bank Mestika Ungkap Jurus Jaga Kinerja

Bidik Naik Kelas Ke KBMI 2 pada 2028, Bank Mestika Ungkap Jurus Jaga Kinerja
Gedung Bank Mestika (Dok. IDN Times)
Intinya Sih
  • Bank Mestika Dharma Tbk menargetkan naik kelas ke KBMI II sebelum 2028, membutuhkan tambahan modal sekitar Rp680 miliar agar memenuhi ketentuan OJK terkait modal inti di atas Rp6 triliun.

  • Sepanjang 2025, penyaluran kredit mencapai Rp11,22 triliun naik 3,65 persen, dengan NPL gross 1,56 persen dan DPK tumbuh 6,85 persen menjadi Rp10,99 triliun berkat penguatan dana murah.

  • Laba bersih tercatat Rp319,9 miliar turun 21 persen akibat peningkatan pencadangan, sementara aset naik ke Rp16,65 triliun dan ekuitas tumbuh 7,12 persen menjadi Rp5,46 triliun.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD) terus menjaga kinerja demi dapat naik kelas ke kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) II sebelum 2028.

Saat ini, Bank Mestika masih berada di KBMI I dengan jumlah modal inti sebesar Rp5,38 triliun. Dengan posisi tersebut, BBMD membutuhkan tambahan modal sekitar Rp680 miliar untuk naik ke kategori KBMI II.

Berrdasarkan ketentuan OJK, KBMI II mensyaratkan modal inti lebih dari Rp6 triliun hingga Rp14 triliun.

"Visi kami menjadi KBMI II sebelum 2028 yang kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional dengan mengutamakan profesionalisme perbankan dan berdasarkan prinsip keuangan berkelanjutan," ujar Presiden Direktur Bank Mestika, Achmad Kartasasmita, dalqm keterangan resmi dikutip dari keterbukaan informasi Kamis (11/6).

Sepanjang 2025, perseroan telah menyalurkan kredit Rp11,22 triliun, naik 3,65 persen secara tahunan. Kualitas asset atau kredit macet juga msih terjaga di level 1,56 persen untuk NPL gross, dan NPL nett di level 0,81 persen.

Seiring itu, dana pihak ketiga (DPK) meningkat sebesar 6,85 menjadi Rp10,99 triliun, yang didukung penguatan dana murah (CASA).

Menurut Achmad, pertumbuhan fungsi intermediasi mencerminkan strategi perseroan yang berfokus pada kualitas aset dan pertumbuhan yang selektif, bukan semata ekspansi agresif.

Sementara DPK yang solid menunjukkan meningkatnya kepercayaan nasabah di tengah persaingan industry pebankan yang ketat.

"Kami tetap menunjukkan kinerja yang solid dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian serta pengelolaan risiko yang disiplin," katanya.

Bank Mestika juga membukukan laba bersih senilai Rp319,9 miliar yang mana turun 21 persen secara tahunan. Achmad menjelaskan penurunan diakibatkan strategi perseroan untuk memperkuat pencadangan menjaga kualitas aset di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

Sementara itu, terkait rasio keuangan lainnya mencatatkan kinerja solid. Aset perusahaan mengalami peningkatan dari Rp16,5 triliun pada 2024 menjadi Rp16,65 pada 2025.

Perseroam juga membukukan liabilitas senilai Rp11,2 triliun, dan ekuitas ekuitas perusahaan meningkat 7,12 persen secara tahunan menjadi Rp5,46 triliun.

Selain itu, BBMD juga mengabarkan pembagian dividen tunai sebesar Rp90 miliar atau setara dengan 28,13 persen dari laba bersih tahun buku 2025. Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan pada 9 Juni 2026, dividen tunai akan dibagikan pada 9 Juli 2026.

Berikut jadwal pembagian dividen Bank Mestika:

  • Cum Dividen Pasar Reguler dan Negosiasi: 18 Juni 2026
  • Cum Dividen Pasar Tunai: 22 Juni 2026
  • Ex Dividen Pasar Reguler dan Negosiasi: 19 Juni 2026
  • Ex Dividen Pasar Tunai: 23 Juni 2026
  • Recording Date pemegang saham hak dividen: 22 Juni 2026
  • Pembayaran dividen tunai tahun buku 2025: 9 Juli 2026

Share Article
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .

Related Articles

See More