Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

BCA, BRI, Bank Mandiri Cermati Tren Kenaikan Suku Bunga

BCA, BRI, Bank Mandiri Cermati Tren Kenaikan Suku Bunga
Suku bunga (Liputan6.com/akhirnya india bergabung masuk negara naikan suku bunga demi redam inflasi)
Intinya Sih
  • Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global dan arus keluar modal asing.
  • Bank Mandiri menegaskan akan menyesuaikan kebijakan suku bunga simpanan dan kredit secara hati-hati sambil memperkuat ekosistem value chain serta kapabilitas digital guna mendukung aktivitas ekonomi berkelanjutan.
  • BCA dan BRI mencermati dampak kenaikan suku bunga terhadap likuiditas, risiko pasar, serta penyaluran kredit, dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan fungsi intermediasi bagi perekonomian nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Sejumlah bank merespons langkah Bank Indonesia yang kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Di sisi lain, bank menegaskan komitmennya menjaga likuiditas dan penyaluran kredit.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, mengatakan kenaikan suku bunga tersebut mencerminkan langkah tegas BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal, termasuk meningkatnya ketidakpastian global dan arus keluar modal asing.

Terkait langkah bank menaikkan suku bunga, Novita mengatakan Bank Mandiri akan menyesuaikan kebijakan suku bunga simpanan maupun kredit dengantetap mempertimbangkan kondisi pasar, likuiditas, dan prinsip kehati-hatian.

"Terlepas dari arah pergerakan suku bunga, perbankan tetap memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran aktivitas ekonomi melalui fungsi intermediasi dan layanan transaksi yang andal," katanya menjawab pertanyaan wartawan, di Jakarta, Rabu (10/6).

Menurutnya, stabilitas yang terjaga merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan aktivitas ekonomi, kepercayaan pelaku usaha dan masyarakat, serta penciptaan ruang pertumbuhan yang sehat dalam jangka Panjang.

Sejalan dengan hal tersebut, menurutnya Bank Mandiri akan terus memperkuat strategi ekosistem rantai nilai serta meningkatkan kapabilitas digital untuk mendukung kebutuhan masyarakat luas dan aktivitas usaha secara berkelanjutan.

Sementara itu, Bank Central Asia (BCA) mengatakan masih mencermati dampak kenaikan suku bunga acuan terhadap kondisi likuiditas, risiko pasar, serta perkembangan permintaan kredit.

"BCA mempertimbangkan faktor-faktor tersebut dalam menjaga keseimbangan antara kecukupan likuiditas dan ekspansi kredit yang sehat," ujar Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility

Hera menegaskan, BCA akan terus melakukan review dan memperhatikan tingkat suku bunga kredit pada level yang dapat diterima pasar dan memperhatikan daya beli masyarakat. Sejalan dengan itu, penyaluran kredit akan tetap didorong berkualitas dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan penerapan manajemen risiko yang disiplin.

Pendapat senada juga diungkap BRI. Corporate Secretary BRI, Dhany, menilai keputusan BI bertujuan menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi di tengah volatilitas pasar keuangan global. Apalagi BRI adalah bank dengan fokus utama pada segmen UMKM, yang mana segmen ini sangat sensitive terhadap kenaikan suku bunga.

"BRI akan terus memantau perkembangan kondisi pasar dan suku bunga secara cermat, serta memastikan fungsi intermediasi tetap berjalan optimal guna mendukung aktivitas ekonomi nasional," ujarnya.

BRI berkomitmen menjaga kecukupan modal, likuiditas, serta mengelola aset dan liabilitas secara prudent untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Share Article
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .

Related Articles

See More