BNI Kembali Buyback Saham, Gelontorkan Rp627 miliar

- BNI akan melakukan buyback saham pada 27 Juli-26 Oktober 2026 dengan dana internal sekitar Rp627 miliar, termasuk estimasi biaya transaksi maksimal 0,30 persen.
- Manajemen menyatakan nilai buyback tidak melebihi 20 persen modal disetor dan pengurangan aset serta ekuitas Rp627 miliar tidak berdampak material pada keuangan maupun operasional.
- Pada kuartal I 2026, BNI mencatat laba bersih Rp5,66 triliun, sementara sebelumnya telah membeli kembali 77.856.100 saham dari alokasi maksimal Rp905,48 miliar.
Jakarta, FORTUNE - PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BNI (BBNI) kembali melakukan pembelian kembali saham perseroan atau buyback saham. Aksi ini dilakukan sepanjang periode 27 Juli hingga 26 Oktober 2026.
Untuk melaksanakan buyback saham tersebut, BNI menggelontorkan sekitar Rp627 miliar dari kas internal perseroan. Menurut Manajemen BNI, nilai tersebut tidak melebihi 20 persen dari modal disetor perusahaan.
"Perkiraan nilai buyback sudah termasuk biaya-biaya komisi perantara pedagang efek dan biaya lainnya yang diperkirakan sebanyak-banyaknya 0,30 persen," demikian ditulis manajemen BNI dalam keterbukaan informasi, Senin (27/7).
Di sisi lain, manajemen BNI menegaskan berkurangnya aset dan ekuitas sejumlah Rp627 miliar tersebut tidak akan berdampak material terhadap kondisi keuangan maupun kegiatan operasional. Menurut Manajemen BNI posisi modal dan arus kas masih memadai untuk mendanai aksi korporasi tersebut sekaligus mendukung operasional bisnis.
Pada kuartal I 2026 BNI membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp5,66 triliun, tumbuh 5,21 persen secara tahunan.
Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), terutama dana murah (CASA) yang meningkat 26,6 persen menjadi Rp731,6 triliun hingga Maret 2026. Pertumbuhan CASA didorong kenaikan giro sebesar 39,7 persen dan tabungan 10,4 persen.
Peningkatan dana murah tersebut turut mendukung penyaluran kredit yang tumbuh 20,1 persen secara tahunan menjadi Rp919,3 triliun. Di sisi lain, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) meningkat 12,1 persen, sementara pendapatan nonbunga naik 12,6 persen yang ditopang kenaikan pendapatan berbasis komisi dari transaksi melalui kanal digital.
Sebelumnya BNI juga telah menyelesaikan pelaksanaan buyback saham yang memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 9 Maret 2026. Dalam aksi tersebut, perseroan merealisasikan pembelian kembali sebanyak 77.856.100 saham dari alokasi dana maksimal Rp905,48 miliar.


















