Hana Bank Raih Laba Bersih Rp611 Miliar pada 2025, Tumbuh 17% YoY

- Hana Bank mencatat laba bersih Rp611 miliar pada 2025, tumbuh 17,63% yoy dan melampaui target awal berkat strategi bisnis serta pengelolaan risiko yang hati-hati.
- Penyaluran kredit naik 8,14% yoy menjadi Rp40,14 triliun dan DPK meningkat 8,36% yoy ke Rp29,18 triliun, didorong pertumbuhan segmen korporasi serta produk simpanan baru.
- Kualitas kredit tetap terjaga dengan NPL gross 0,68% dan net 0,24%, sementara pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp5,19 triliun atau 12,92% dari total kredit.
Jakarta, FORTUNE - PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) mempertahankan pertumbuhan kinerja. Hal itu tercermin dari perolehan laba bersih yang dicatat perseroan sebesar Rp611 miliar pada sepanjang 2025, meningkat 17,63 persen secara year-on-year (yoy).
Direktur Utama Hana Bank, Yung Ryul Ko mengatakan bahwa capaian laba bersih itu telah melampaui target perusahaan. Hal ini pun mendorong perusahaan optimistis mampu melanjutkan pertumbuhan kinerja lewat penyediaan solusi keuangan yang relevan bagi nasabah di seluruh segmen, sekaligus memperkuat pertumbuhan pada sektor-sektor strategis
"Pertumbuhan ini mencerminkan strategi bisnis yang tepat dan pengelolaan risiko yang penuh kehati-hatian di tengah ketidakpastian global," katanya dalam keterangan resmi, Selasa (21/4).
Adapun, perolehan laba ditopang oleh kinerja intermediasi. Hana Bank mencatat penyaluran kredit pada periode tersebut tumbuh 8,14 persen yoy menjadi Rp40,14 triliun. Pertumbuhan kredit ini terutama pada segmen korporasi, seiring dengan tingginya permintaan kredit modal kerja dan kredit sindikasi.
Sejalan dengan itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami peningkatan sebesar 8,36 persen yoy menjadi Rp29,18 triliun yang ditopang peningkatan giro dan deposito berjangka.
Yung Ryul Ko menyebut, Hana Bank menhadirkan beragam inovasi, antara lain meluncurkan produk simpanan Goal Savings dan Flexi Deposit, serta menambah mitra wealth management untuk memperluas akuisisi nasabah.
Di sisi lain, likualitas kredit tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) gross dan net masing-masing 0,68 persen dan 0,24 persen. Rasio NPL ini menurutnya masih berada di bawah industri yang berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NPL gross dan NPL net perbankan masing-masing berada di level 2,05 persen dan 0,79 persen.
Hana Bank juga berkomitmen terhadap pembiayaan berkelanjutan. Bank asal Korea Selatan ini mencatatkan jumlah penyaluran pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp5,19 triliun, mengalami peningkatan 12,27 persen yoy. Pembiayaan berkelanjutan ini berkontribusi 12,92 persen terhadap total kredit.

















