Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Pacu Paylater, Danamon Salurkan Kredit Rp500 Miliar ke Akulaku

Pacu Paylater, Danamon Salurkan Kredit Rp500 Miliar ke Akulaku
gedung Bank Danamon (danamon.co.id)
Intinya Sih
Sisi Positif
  • Kredit itu ditujukan memperkuat layanan pembiayaan digital berbasis skema paylater di Indonesia.

  • Pendanaan ini mendukung kebutuhan modal kerja Akulaku seiring meningkatnya permintaan masyarakat terhadap layanan pembiayaan digital yang relevan dan berkelanjutan.

  • OJK mencatat pertumbuhan pembiayaan paylater naik 56,92 persen (YoY) pada April 2026 menjadi Rp12,93 triliun dengan rasio NPF gross 2,99 persen.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) terus memacu penyaluran kredit dengan skema Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater melalui kolaborasi dengan PT Akulaku Finance Indonesia (Akulaku). Bahkan, Danamon telah menyalurkan fasilitas pendanaan senilai Rp500 miliar ke Akulaku untuk pertumbuhan layanan pembiayaan digital di Indonesia.

Fasilitas pendanaan ini akan digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja Akulaku seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pembiayaan digital. 

"Sinergi dengan Danamon diharapkan dapat mendukung pengembangan layanan pembiayaan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat,” kata Presiden Direktur Akulaku, Perry Barman Slangor, melalui keterangan resmi yang dikutip Selasa (9/6).

Bagi Danamon, kerja sama ini sejalan dengan komitmen perusahaan induknya, MUFG Bank, Ltd. (MUFG), demi menghadirkan solusi keuangan holistik dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah, termasuk bagi sektor penyedia layanan pembiayaan digital. 

“Melalui penyediaan fasilitas modal kerja ini, kami berharap dapat memperkuat kapasitas pendanaan Akulaku dalam melayani kebutuhan pembiayaan masyarakat secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” kata Jin Yoshida, Direktur Global Alliance Strategy Danamon.

Di tengah pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, kolaborasi antara institusi perbankan dan perusahaan pembiayaan digital menjadi kian relevan dalam mendukung perluasan layanan keuangan formal. Sinergi kedua sektor tersebut dapat berkontribusi positif terhadap penguatan industri jasa keuangan nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lebih inklusif.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan pembiayaan paylater oleh perusahaan pembiayaan naik 56,92 persen dalam setahun (YoY) pada April 2026 menjadi Rp12,93 triliun.

Penyaluran tersebut diiringi dengan rasio pembiayaan macet atau Non Performing Finance (NPF) gross sebesar 2,99 persen atau lebih tinggi bila dibandingkan dengan posisi Maret 2026 yang sebesar 2,51 persen.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana

Related Articles

See More