Jakarta, FORTUNE – Tidak banyak yang tahu bahwa bisnis Es Teler 77 sempat berada pada titik nyaris kehilangan pijakan.
Perusahaan F&B yang pernah memiliki lebih dari 140 gerai ini harus melakukan efisiensi besar-besaran lantaran pandemi Covid-19 mengubah peta bisnis secara drastis.
Terganggunya mobilitas masyarakat, ditambah beban operasional perusahaan yang memiliki lebih dari 3.000 karyawan, berdampak pada tutupnya satu per satu gerai. Dua tahun pasca-pandemi, cabang utama yang tersisa hanya 12.
“Padahal [waktu itu] kami baru mulai bikin central kitchen, mulai mau menangkap semua peluang,” kata CEO & pemilik Es Teler 77, Yenny Setia Widjaja, dalam acara dengan pers dan TikTok Go di Jakarta, Kamis (24/9).
Sebagai generasi kedua penerus bisnis keluarga, Yenny bertugas mempertahankan eksistensi bisnis yang telah dibangun 44 tahun silam oleh orang tuanya.
Dia pantang menyerah dan berupaya bangkit melalui digitalisasi untuk dapat merangkul pengunjung dari berbagai generasi.
Salah satu implementasinya dilakukan melalui TikTok. Respons audiens yang positif mendorong brand ini makin aktif membuat konten, mengadakan sesi live, dan mengundang konten kreator.
Es Teler 77 kemudian bergabung dengan TikTok GO by Tokopedia pada Juli 2025. Melalui berbagai program, tag lokasi, dan voucer, jenama ini mulai menghubungkan ketertarikan konsumen di TikTok dengan pembelian dan kunjungan ke gerai.
Berdasarkan data internal perusahaan, TikTok GO by Tokopedia menyumbang sekitar 60 persen dari total omzet penjualan online Es Teler 77 sepanjang September 2025–September 2026.
Dengan pendekatan digital ini, bisnis Es Teler 77 kembali bangkit, dan hingga pertengahan 2026 memiliki 58 gerai di Indonesia. Bahkan, hingga akhir tahun, perusahaan ini berencana menambah gerai, sehingga totalnya mencapai 70.
