ilustrasi bisnis yang menggunakan analisis CATWOE (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)
SEVP Remedial & Recovery BNI Saridatun menyampaikan apresiasi kepada DJKN dan seluruh KPKNL atas dukungan dalam pelaksanaan Gelegar Lelang BNI 2026. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung optimalisasi recovery BNI.
"BNI mengapresiasi dukungan DJKN dan seluruh KPKNL dalam pelaksanaan Gelegar Lelang BNI 2026. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan semakin kuat untuk mendukung optimalisasi recovery BNI," ujar Saridatun.
Salah satu agenda utama Gelegar Lelang BNI 2026 adalah lelang serentak pada 21 Agustus 2026 di 12 KPKNL. Kegiatan tersebut turut ditayangkan secara hybrid dalam rangkaian wondrX 2026 di ICE BSD. Dari 60 lot aset yang ditawarkan, sebanyak 24 lot berhasil terjual dengan nilai Rp24,2 miliar.
Untuk memperluas akses informasi kepada masyarakat, BNI turut menghadirkan booth BNI Lelang Agunan di wondrX 2026. Melalui booth tersebut, pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai aset yang dilelang, mengenal situs lelang agunan BNI, serta berkonsultasi mengenai mekanisme lelang.
Rangkaian Gelegar Lelang BNI 2026 juga mencakup kegiatan Kick Off di Grha BNI pada 4 Agustus 2026. Momentum tersebut dimanfaatkan BNI bersama DJKN dan KPKNL untuk memperkuat koordinasi sekaligus memperluas pemasaran agunan dan akses informasi lelang kepada masyarakat.
Melalui Gelegar Lelang BNI 2026, BNI terus memperkuat upaya penyelesaian kredit bermasalah dan pengelolaan aset melalui mekanisme lelang yang didukung sinergi dengan DJKN serta KPKNL.
Sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia, BNI terus memperkuat fundamental bisnis melalui pengelolaan aset yang disiplin, peningkatan kualitas portofolio, serta optimalisasi proses recovery sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan bisnis dan memperkuat daya saing perseroan.
Ke depan, BNI akan terus meningkatkan efektivitas pengelolaan dan pemasaran agunan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas aset sekaligus memperkuat kinerja perseroan. (WEB)