Dari sisi permintaan, pasar mencermati perkembangan di China sebagai konsumen utama. Data Refinitiv menunjukkan harga batu bara ditutup di posisi 116,25 dolar AS per ton atau turun 1,06 persen pada Selasa (10/2), setelah sempat naik 0,2 persen sehari sebelumnya.
Laporan pasar menunjukkan trader di China semakin selektif dalam mengikuti tender impor batu bara termal dari Indonesia. Harga batu bara Indonesia dinilai relatif tinggi sehingga arbitrase menjadi kurang menarik.
Indeks CCI untuk batu bara Indonesia dengan nilai kalor rendah (3.800 Kcal/kg NAR) mencapai sekitar 51 dolar AS per ton FOB, tertinggi sejak akhir November tahun lalu, sementara beberapa penawaran untuk pengiriman Maret mencapai 54,5–55 dolar AS per ton FOB.
Penurunan minat impor tercermin dari data pelacakan kargo yang menunjukkan ekspor batu bara Indonesia ke daratan China turun sekitar 35,5 persen secara bulanan pada Januari 2026.
Sejumlah utilitas di China dilaporkan mempertimbangkan penggunaan batu bara domestik yang lebih kompetitif, meski batu bara Indonesia tetap dibutuhkan sebagai blending fuel di beberapa pembangkit.
Di sisi lain, harga batu bara di tingkat mulut tambang (mine-mouth) di kawasan produksi utama China relatif stabil. Stabilitas ini mencerminkan keseimbangan pasokan dan permintaan domestik yang cenderung lemah, dengan aktivitas perdagangan yang terbatas.
Perkembangan kebijakan energi di Amerika Serikat juga menjadi perhatian. Tennessee Valley Authority (TVA) mengisyaratkan peninjauan ulang rencana penutupan dua pembangkit listrik tenaga batu bara, Kingston dan Cumberland, yang sebelumnya dijadwalkan berhenti operasi paling lambat 2035.
Dokumen terbaru menunjukkan kemungkinan penghapusan target tanggal penutupan, dengan tetap mencakup pembangunan pembangkit gas alam di lokasi tersebut.
Pergerakan harga batu bara awal 2026 mencerminkan kombinasi kebijakan produksi domestik, dinamika permintaan Asia, serta arah kebijakan energi di sejumlah negara utama. Melalui kebijakan HBA dan pengendalian produksi pemerintah Indonesia berupaya menjaga stabilitas di tengah kondisi pasar yang berubah cepat.
Berapa Harga Batu Bara Acuan periode I Februari 2026? | HBA periode I Februari 2026 ditetapkan sebesar 106,11 dolar AS per ton. |
Mengapa pemerintah memangkas produksi batu bara 2026? | Pemangkasan dilakukan untuk menjaga stabilitas harga di pasar global. |
Bagaimana tren harga batu bara global awal 2026? | Harga global bergerak fluktuatif dengan kontrak Newcastle dan Rotterdam menunjukkan pergerakan berbeda. |