Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Ekspor Batu Bara Januari-November 2025 Turun 20,27 Persen

potret kinerja ekspor komoditas nonmigas unggulan Januari-November 2025
potret kinerja ekspor komoditas nonmigas unggulan Januari-November 2025 (dok. BPS)
Intinya sih...
  • Ekspor batu bara Januari-November 2025 turun 20,27 persen secara kumulatif.
  • Penurunan dipicu koreksi ekspor ke China dan India serta turunnya volume pengiriman.
  • Pelemahan batu bara terjadi di tengah penguatan ekspor nonmigas lainnya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE Kinerja ekspor batu bara Januari-November 2025 mencatatkan pelemahan signifikan di tengah dinamika perdagangan global.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor batu bara Indonesia sepanjang periode tersebut turun 20,27 persen secara kumulatif dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, seiring penurunan permintaan dari negara tujuan utama serta koreksi volume pengiriman.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartani menjelaskan bahwa pelemahan batu bara menjadi salah satu faktor utama yang menekan kinerja ekspor sektor pertambangan.

Dalam pemaparan rilis BPS, ia menyampaikan bahwa penurunan ekspor komoditas ini terjadi baik dari sisi nilai maupun volume, terutama ke pasar China dan India yang selama ini menjadi tujuan utama.

Nilai dan volume ekspor batu bara menyusut

BPS mencatat nilai ekspor batu bara sepanjang Januari hingga November 2025 mencapai 22,17 miliar dolar AS, lebih rendah dibandingkan capaian periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 27,8 miliar dolar AS. Secara kumulatif, kontraksi nilai tersebut setara dengan penurunan 20,27 persen.

Pudji menegaskan penurunan ini tidak hanya tercermin dari sisi nilai, tetapi juga volume pengiriman. “Ekspor batu bara turun 20,27 persen secara kumulatif,” ujar Pudji dalam konferensi pers daring, dikutip Senin (5/1).

Data BPS menunjukkan volume ekspor batu bara hingga November 2025 tercatat 354,64 juta ton, turun 3,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 369,31 juta ton.

Pelemahan volume ini memperlihatkan tekanan permintaan yang belum sepenuhnya pulih, meskipun produksi domestik relatif terjaga.

Tekanan dari negara tujuan utama

Penurunan ekspor batu bara juga sejalan dengan koreksi pengiriman bahan bakar mineral atau HS 27 ke negara tujuan utama.

Sepanjang Januari hingga November 2025, ekspor bahan bakar mineral ke China tercatat turun 27,18 persen menjadi 9,16 miliar dolar AS, sementara ekspor ke India turun 24,70 persen menjadi 4,89 miliar dolar AS.

Pudji menjelaskan bahwa struktur ekspor Indonesia ke China mulai bergeser. “Nilai ekspor nonmigas ke China tercatat sebesar 58,24 miliar dolar AS. Didominasi oleh besi dan baja atau HS 72,” ujarnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun China tetap menjadi mitra dagang utama Indonesia, kontribusi batu bara dalam total ekspor nonmigas ke negara tersebut mengalami penurunan dibandingkan komoditas lain.

Kinerja ekspor nasional

Secara keseluruhan, BPS melaporkan total nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga November 2025 mencapai 256,56 miliar dolar AS, tumbuh 5,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan tersebut terutama ditopang ekspor nonmigas yang meningkat 7,07 persen menjadi 244,75 miliar dolar AS, sementara ekspor migas turun 17,64 persen.

Namun, secara bulanan, kinerja ekspor November 2025 mencatat penurunan. Nilai ekspor pada bulan tersebut mencapai 22,52 miliar dolar AS, turun 6,60 persen secara tahunan. Penurunan ini didorong melemahnya ekspor nonmigas, terutama dari kelompok bahan bakar mineral.

Dalam rincian sektoral, penurunan tahunan ekspor nonmigas paling besar terjadi pada sektor pertambangan dan lainnya yang turun 22,28 persen. BPS menegaskan penurunan ini terutama disebabkan oleh koreksi nilai ekspor batu bara serta sejumlah mineral lain.

Batu bara di tengah kinerja komoditas unggulan

BPS juga mencatat bahwa sepanjang Januari hingga November 2025, tiga komoditas utama—besi dan baja, batu bara, serta CPO dan turunannya—menyumbang sekitar 28,35 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia.

Di tengah penurunan batu bara, dua komoditas lainnya justru mencatatkan penguatan. Nilai ekspor besi dan baja naik 9,12 persen secara kumulatif, sementara ekspor CPO dan turunannya tumbuh 19,15 persen.

“Nilai ekspor CPO dan turunannya naik 19,15 persen secara kumulatif,” ujar Pudji.

Kontrasnya kinerja ini menegaskan bahwa pelemahan ekspor batu bara menjadi faktor spesifik sektor, bukan cerminan pelemahan menyeluruh ekspor nasional.

Dampak terhadap neraca perdagangan

Meski ekspor batu bara melemah, BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 tetap mencatat surplus 2,66 miliar dolar AS, didukung surplus nonmigas sebesar 4,64 miliar dolar AS.

Pada saat yang sama, neraca migas mengalami defisit 1,81 miliar dolar AS akibat impor minyak mentah dan hasil minyak.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun kontribusi batu bara menurun, struktur ekspor nonmigas yang lebih beragam tetap menjaga kinerja perdagangan luar negeri Indonesia.

FAQ seputar ekspor batu bara 2025

Berapa nilai ekspor batu bara Indonesia Januari-November 2025?

Nilai ekspor batu bara tercatat sebesar 22,17 miliar dolar AS menurut BPS.

Mengapa ekspor batu bara menurun?

Penurunan terjadi karena melemahnya nilai dan volume ekspor, terutama ke China dan India.

Apakah penurunan batu bara memukul ekspor nasional?

Tidak, karena ekspor nonmigas lain seperti CPO dan besi baja justru mencatat pertumbuhan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yunisda Dwi Saputri
EditorYunisda Dwi Saputri
Follow Us

Latest in Business

See More

Ancol (PJAA) Terima Dana Ganti Rugi Tol Wiyoto Wiyono, Nilai Rp175,9 M

07 Jan 2026, 18:33 WIBBusiness