Ramadan Bakal Jadi Katalis ERAA Perkuat Segmen Lifestyle

Penjualan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) diproyeksikan tumbuh lebih dari 5 persen berkat dorongan THR dan peluncuran iPhone 17.
Erajaya beroleh pendapatan Rp52,36 triliun hingga Oktober 2025.
Segmen non-gadget perusahaan ditargetkan menyumbang hingga 30 persen dari total pendapatan.
Jakarta, FORTUNE – PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) siap memanfaatkan momentum Ramadan dan Lebaran 2026 sebagai motor pertumbuhan kinerja. Akselerasi konsumsi rumah tangga yang dipicu oleh pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) diprediksi bakal mendongkrak penjualan produk non-primer, khususnya pada kategori telekomunikasi dan gaya hidup.
Analis Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis, menilai pola musiman ini secara historis memperkuat performa emiten ritel yang sensitif terhadap daya beli masyarakat. Ia memproyeksikan angka penjualan ERAA mampu tumbuh melampaui 5 persen jika merujuk pada tren tahun-tahun sebelumnya.
“Peluncuran iPhone 17 kami pandang sebagai salah satu katalis kuat bagi ERAA, mengingat kontribusi smartphone dan tablet yang mencapai hampir 80 persen dari total pendapatan. Antusiasme terhadap produk flagship ini berpotensi meningkatkan volume penjualan dan product mix termasuk lifestyle, sehingga mendukung ekspansi margin serta memperkuat momentum ekspansi jaringan ritel perusahaan,” ujar Abdul dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/3).
Hingga Oktober 2025, Erajaya Group telah mengoperasikan total 2.229 gerai. Ekspansi ini membuahkan hasil positif dengan pertumbuhan same store sales growth (SSSG) mencapai 30,5 persen secara tahunan (YoY). Dari sisi finansial, ERAA sukses membukukan pendapatan Rp52,36 triliun pada periode tersebut.
Dalam upaya memperluas penetrasi pasar, ERAA melalui entitas anaknya, PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL), terus memperkuat segmen lifestyle yang memiliki margin relatif lebih tinggi. Salah satu langkah operasional terbaru adalah pembukaan gerai JD Sports di Manado untuk menyasar pasar luar Jawa.
Indrawijaya Rangkuti, Praktisi Trading sekaligus Board of Director International Federation of Technical Analyst (IFTA), menilai diversifikasi bisnis melalui ERAL dan Erajaya Food & Nourishment memungkinkan perusahaan menangkap belanja THR masyarakat pada berbagai sektor, bukan sekadar telepon seluler.
“Perusahaan kerap menargetkan segmen non-telepon seluler seperti gaya hidup aktif dan kendaraan listrik menyumbang sekitar 25 persen hingga 30 persen dari total pendapatan dalam beberapa tahun ke depan. Jika transisi ini mulus, ERAA tak lagi sekadar ‘toko hp’ melainkan raksasa ritel gaya hidup modern,” kata Indra.
Dengan fundamental yang kokoh dan momentum penguatan daya beli menjelang Idulfitri, saham berkode ERAA ini diproyeksi memiliki ruang pertumbuhan yang menarik. Indra menganalisis target harga saham ERAA berada pada rentang Rp540 hingga Rp585, dengan estimasi optimistis menyentuh Rp680 per lembar.
Pada perdagangan Senin (2/3), saham ERAA terpantau dibanderol pada kisaran Rp430 hingga Rp440.

















