PTBA Tebar Dividen Rp1,32 T, Alokasi Mayoritas Laba untuk Ekspansi

- PT Bukit Asam Tbk membagikan dividen tunai Rp1,32 triliun atau 45% dari laba bersih 2025, sementara sisanya dialokasikan untuk ekspansi dan penguatan struktur permodalan.
- Sepanjang 2025, PTBA mencatat laba bersih Rp2,93 triliun dan pendapatan Rp42,65 triliun dengan kontribusi pasar domestik 54% serta ekspor ke lima negara utama Asia.
- RUPST menyetujui perubahan Anggaran Dasar, pendelegasian rencana jangka panjang, serta menunjuk Bambang Ismawan sebagai Direktur Utama untuk memperkuat hilirisasi dan transformasi bisnis.
Jakarta, FORTUNE – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membagikan dividen tunai sebesar Rp1,32 triliun atau 45 persen dari laba bersih tahun buku 2025 dan sebagian sisanya untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi bisnis jangka panjang.
Hal tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Kamis (11/6). Sepanjang 2025, anggota holding pertambangan MIND ID ini membukukan laba bersih sebesar Rp2,93 triliun.
Selain dividen, sebesar Rp1,61 triliun atau 55 persen dari laba bersih ditetapkan sebagai saldo laba ditahan. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pengembangan usaha, memperkuat posisi keuangan, serta menjaga keberlanjutan bisnis di tengah dinamika industri pertambangan dan energi.
Langkah tersebut mencerminkan strategi PTBA dalam menjaga keseimbangan antara pemberian imbal hasil kepada pemegang saham dan kebutuhan pendanaan untuk pertumbuhan usaha di masa depan.
Corporate Secretary PTBA, Eko Prayitno, mengatakan seluruh keputusan yang dihasilkan dalam RUPST menunjukkan komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.
“PTBA terus berupaya menjaga kinerja operasional yang optimal, meningkatkan efisiensi, memperkuat hilirisasi batu bara, serta mengembangkan berbagai inisiatif bisnis yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan,” ujarnya.
Di tengah tantangan industri batu bara global, PTBA mencatatkan pendapatan sebesar Rp42,65 triliun sepanjang 2025. Kinerja tersebut ditopang oleh pasar domestik yang berkontribusi 54 persen terhadap total penjualan, sementara pasar ekspor menyumbang 46 persen.
Lima negara tujuan ekspor terbesar perusahaan sepanjang tahun lalu meliputi Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina.
Dari sisi neraca, total aset PTBA meningkat 5 persen menjadi Rp43,92 triliun per akhir 2025 dibandingkan Rp41,79 triliun pada tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan aset tidak lancar sebesar 12 persen atau sekitar Rp3,12 triliun, yang mengindikasikan berlanjutnya investasi perusahaan untuk mendukung pengembangan bisnis.
Pengangkatan Direksi
Selain menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan perseroan, pemegang saham juga menyetujui sejumlah agenda strategis yang berkaitan dengan tata kelola perusahaan.
RUPST menyepakati perubahan Anggaran Dasar guna menyesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025. Penyesuaian tersebut dilakukan untuk mendukung kebutuhan bisnis yang terus berkembang, memenuhi ketentuan regulasi terbaru, serta memperkuat penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).
RUPST juga menyetujui pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2027 kepada pihak yang ditunjuk sesuai ketentuan yang berlaku, guna meningkatkan fleksibilitas dalam pelaksanaan strategi korporasi.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham turut menyetujui perubahan susunan pengurus perusahaan. Bambang Ismawan ditunjuk sebagai Direktur Utama PTBA, didampingi jajaran direksi yang akan fokus pada penguatan operasional, hilirisasi, diversifikasi produk, transformasi korporasi, hingga pengelolaan rantai pasok.
Perubahan susunan manajemen ini diharapkan dapat mendukung agenda transformasi bisnis PTBA, terutama dalam memperluas hilirisasi batu bara dan mengembangkan sumber pertumbuhan baru di tengah perubahan lanskap industri energi.

















