Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Penjualan PTBA Paruh-I 2026 Capai 21,1 Juta Ton, 51% untuk Domestik

Penjualan PTBA Paruh-I 2026 Capai 21,1 Juta Ton, 51% untuk Domestik
Ilustrasi kendaraan tambang bertenaga listrik milik PTBA. (Dok. Istimewa)
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Anggota holding BUMN pertambangan MIND ID, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), merealisasikan penjualan batu bara sebanyak 21,1 juta ton pada semester-I 2026.

Dari total penjualan itu, sekitar 10,77 juta ton merupakan penjualan domestik atau 51 persen dari total penjualan. Sementara itu, penjualan ekspor mencapai 10,33 juta ton atau 40 persen.

Angka ekspor itu naik sekitar 5 persen (YoY) berkat permintaan yang tetap kuat dari sejumlah negara tujuan, seperti Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, hingga Thailand. "Namun demikian, pemenuhan kebutuhan pasar domestik tetap menjadi prioritas perseroan, termasuk untuk mendukung ketahanan energi nasional," kata Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan dalam keterangan resmi, Jumat (24/7).

Secara keseluruhan, realisasi penjualan untuk kebutuhan Domestic Market Obligation (DMO) mencapai sekitar 55 persen dari total produksi, atau telah melampaui ketentuan minimal DMO sebesar 25 persen yang ditetapkan pemerintah. Volume produksi batu bara Bukit Asam sendiri telah mencapai 19,45 juta ton pada 6 bulan pertama 2026.

Lebih lanjut, PTBA mengangkut 18,15 juta ton batu bara hingga Juni 2026. Volume angkutan melalui jalur kereta api mencapai 17,47 juta ton.

Bambang menambahkan, PTBA juga terus menerapkan selective mining untuk menjaga efektivitas kegiatan penambangan. Hingga Semester-I 2026, PTBA membukukan stripping ratio sebesar 5,26x, sehingga masih berada dalam kisaran target tahunan perseroan sebesar 5,63x.

Kinerja operasional pada periode itu mencerminkan komitmen PTBA dalam menjaga kesinambungan produksi dan pasokan batu bara kepada pelanggan. "Pencapaian ini menjadi pondasi penting bagi perseroan untuk terus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Bambang.

Untuk mendukung keberlanjutan operasional dan pengembangan usaha, PTBA terus merealisasikan belanja modal yang dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur logistik, termasuk proyek angkutan batu bara Tanjung Enim–Kramasan serta pembangunan Inpit Conveyor Banko. Tujuannya, meningkatkan kinerja operasional secara berkelanjutan.

"Memasuki semester-II 2026, PTBA akan terus memperkuat keandalan operasional, menjaga efisiensi biaya, mengoptimalkan pasar domestik maupun ekspor, serta melanjutkan berbagai proyek strategis guna mendukung pertumbuhan perseroan secara berkelanjutan di tengah dinamika industri batu bara global," kata Bambang.

Share Article
Editorial Team

Latest in Business

See More