Produsen Inaco (JELI) Target Penjualan 2026 Naik 26%, Ini Strateginya

- PT Niramas Utama Tbk (JELI) menargetkan pertumbuhan penjualan 26% pada 2026, dengan estimasi pendapatan mencapai sekitar Rp941–948 miliar dari capaian Rp753 miliar di 2025.
- Strategi utama JELI mencakup peningkatan kapasitas produksi, peluncuran produk baru, serta penguatan pasar ekspor untuk menopang target pertumbuhan dan laba bersih perusahaan.
- Dana IPO sebesar Rp239,4 miliar akan dialokasikan untuk penyertaan modal ke anak usaha PT NPS, modal kerja, dan pembayaran utang jangka pendek guna memperkuat fundamental bisnis.
Jakarta, FORTUNE - Emiten produsen agar-agar Inaco, PT Niramas Utama Tbk (JELI), membidik pertumbuhan penjualan hingga 26 persen (YoY) pada 2026, sejalan dengan rencana ekspansi produksi.
Sejalan dengan itu, Direktur JELI, Adhi S. Lukman mengatakan, perseroan juga menargetkan kenaikan laba bersih. Kendati demikian, ia enggan memperinci berapa besaran pertumbuhan laba yang dibidik tahun ini.
Guna menopang target pertumbuhan tahun ini, JELI akan meningkatkan kapasitas produksi hingga memperkuat pasar ekspor. "Kami konsisten memperbaiki mutu terus, menambah SKU, dan kami tahun ini ada rilis beberapa produk baru. Nanti September ada, November ada," kata Adhi setelah seremoni pencatatan saham di bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (7/7).
Pada 2025, JELI membukukan penjualan sebesar Rp753,01 miliar. Dengan proyeksi target pertumbuhan tahun ini, maka estimasi penjualan JELI berkisar antara Rp941,51 miliar hingga Rp948,8 miliar sepanjang 2026.
Sementara dari segi bottom line atau laba bersih, perseroan membukukan sebesar Rp38,4 miliar pada 2025, naik 220 persen (YoY).
Ditopang dana hasil IPO, JELI optimistis dapat memperkuat fundamental bisnis, khususnya di tengah kondisi daya beli yang menantang dan perlambatan manufaktur.
Sebagai konteks, JELI melepas sekitar 266 juta saham kepada investor publik dengan harga penawaran final Rp900 per saham. Dengan demikian, perseroan mengantongi dana IPO senilai Rp239,4 miliar.
Sekitar 56,7 persen dana IPO akan perseroan gunakan sebagai penyertaan modal ke anak usaha, PT NPS. Nantinya, NPS akan memakai suntikan modal itu untuk menambah kapasitas produksi produk jeli dan gummy candy.
Saat ini, kapasitas produksi Inaco berkisar antar 2 miliar hingga 5,2 miliar unit kemasan per tahun. "Tahun ini [kapasitasnya ditarget] baru naik mungkin sekitar 25-26 persen. Tapi tahun berikutnya, kira-kira akhir 2027 dan 2028, bisa lebih tinggi lagi," ujar Adhi.
Sementara itu, 22,36 persen akan perseroan pakai sebagai modal kerja. Lalu, 10,9 persen dana IPO akan digunakan untuk membayar sebagian utang jangka pendek.






