Saham JECX IPO Langsung ARA, Himpun Dana Rp609 Miliar

Saham JECX milik PT Nitrasanata Dharma Tbk langsung menyentuh batas ARA pada hari pertama perdagangan di BEI setelah IPO.
IPO JECX mengalami oversubscribed hingga 62,5 kali dan berhasil menghimpun dana sekitar Rp609,98 miliar.
Perseroan berencana memperluas jaringan layanan kesehatan mata melalui pembangunan JEC BALI Sanur serta transformasi digital.
Jakarta, FORTUNE — Saham JECX IPO langsung mencuri perhatian pasar pada hari pertama pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (7/7).
Emiten pengelola JEC Eye Hospitals & Clinics, PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), dibuka menguat hingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) setelah resmi menjadi perusahaan tercatat ketiga di BEI sepanjang 2026.
Antusiasme investor juga terlihat sejak masa penawaran umum. Saham JECX mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) 62,5 kali pada porsi penjatahan terpusat (pooling allotment) dengan jumlah pemesan mencapai 555.699 investor. Secara keseluruhan, penawaran umum mengalami kelebihan permintaan sebesar 5,61 kali.
Table of Content
Saham JECX langsung menyentuh ARA saat debut
Pada hari pertama perdagangan di BEI, saham JECXdibuka di level Rp1.560 per saham, naik sekitar 24,8 persen dari harga IPO sebesar Rp1.250 per saham. Kenaikan tersebut membuat saham JECX langsung ARA.
Dalam IPO ini, perseroan melepas 487.983.500 saham atau setara 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum. Jumlah tersebut terdiri atas 325.322.300 saham baru atau 10 persen dari modal setelah IPO serta 162.661.200 saham divestasi milik Waldensius Girsang atau 5 persen dari modal setelah IPO.
Dengan harga penawaran Rp1.250 per saham, kapitalisasi pasar JECX saat pencatatan mencapai sekitar Rp4,07 triliun.
IPO JECX menghimpun dana Rp609 miliar
Melalui aksi korporasi, PT Nitrasanata Dharma Tbk menghimpun dana sebesar Rp609,98 miliar, terdiri Rp406,6 miliar dari penerbitan saham baru dan Rp203,3 miliar dari penjualan saham divestasi.
Presiden Direktur PT Nitrasanata Dharma Tbk, Johan A. M. M. Hutauruk, menyampaikan apresiasi atas respons investor selama proses penawaran umum.
"Kami bersyukur proses IPO PT Nitrasanata Dharma Tbk dapat berjalan lancar hingga Perseroan resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Kami mengucapkan terima kasih kepada Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia, para investor, Penjamin Pelaksana Emisi Efek, lembaga dan profesi penunjang pasar modal, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan," ujar Johan di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (7/7).
Penggunaan dana IPO
Dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat struktur keuangan perusahaan. Sekitar Rp275 miliar dialokasikan untuk melunasi sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank HSBC Indonesia.
Sisa dana akan digunakan sebagai setoran modal kepada PT Nitra Sanata Bali serta tambahan modal kerja untuk mendukung operasional perseroan.
Salah satu fokus pengembangan setelah IPO adalah pembangunan JEC BALI Sanur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali. Fasilitas tersebut dirancang sebagai klinik mata berstandar global dengan konsep Blue Hospital untuk mendukung pengembangan kawasan medical tourism.
Selain itu, perseroan menyatakan akan melanjutkan strategi pertumbuhan melalui pengembangan layanan primer, sekunder, hingga tersier, disertai transformasi digital dan pemanfaatan teknologi medis.
Kinerja dan prospek perseroan
Pendapatan PT Nitrasanata Dharma Tbk menunjukkan peningkatan secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir. Perseroan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp72,49 miliar pada 2025. Namun, laba bersih mendapat tekanan akibat kenaikan beban operasional dan beban keuangan dibandingkan capaian pada 2023.
Direktur PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, David Agus, menilai IPO JECX menjadi salah satu momentum penting bagi industri layanan kesehatan di pasar modal.
"Dengan rekam jejak JEC sebagai penyedia layanan kesehatan mata yang telah beroperasi selama lebih dari empat dekade, jaringan fasilitas yang terus berkembang, serta strategi ekspansi yang terarah, perseroan memiliki posisi yang baik untuk menangkap peluang pertumbuhan industri layanan kesehatan mata di Indonesia," ujar David.
Ke depan, perseroan menyatakan akan terus memperluas jaringan layanan, mengembangkan layanan subspesialistik, memperkuat transformasi digital, serta meningkatkan kompetensi tenaga medis dan standar keselamatan pasien.
FAQ seputar saham JECX IPO
| Berapa harga IPO saham JECX? | Harga penawaran umum perdana saham JECX ditetapkan sebesar Rp1.250 per saham. |
| Berapa dana yang dihimpun JECX melalui IPO? | Perseroan menghimpun dana sebesar Rp609,98 miliar. |
| Mengapa saham JECX langsung ARA? | Saham JECX naik sekitar 24,8 persen pada hari pertama perdagangan hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA). |
| Untuk apa dana IPO JECX digunakan? | Dana digunakan untuk melunasi sebagian pinjaman bank, menyetor modal ke entitas anak, dan mendukung kebutuhan modal kerja. |




