Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Penjualan Chip Memori Global Cetak Rekor Rp1.300 Triliun pada Juli

Penjualan Chip Memori Global Cetak Rekor Rp1.300 Triliun pada Juli
ilustrasi chip (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
Intinya Sih
  • Penjualan chip memori global mencapai rekor US$74,6 miliar pada Juli 2026, naik 31,7 persen dari bulan sebelumnya berkat lonjakan permintaan akibat perkembangan kecerdasan buatan.
  • Micron Technology, Samsung Electronics, SK Hynix, dan SanDisk menjadi produsen utama yang menikmati keuntungan besar dari penguatan pasar DRAM dan NAND di tengah tren harga yang terus naik.
  • UBS memproyeksikan kenaikan harga DRAM dan NAND berlanjut hingga akhir 2026 serta kekurangan pasokan struktural sampai kuartal II 2028, menandakan siklus positif industri masih kuat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Penjualan chip memori dunia mencetak tonggak baru pada Juli 2026 setelah nilainya mencapai level tertinggi sepanjang sejarah. Lonjakan permintaan yang dipicu perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mendorong nilai penjualan bulanan industri ini menembus US$74,6 miliar atau sekitar Rp1.300 triliun.

Melansir Investing, nilai penjualan tersebut melonjak 31,7 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Laporan July Memory Monthly yang dirilis UBS menunjukkan perusahaan yang paling diuntungkan dari siklus penguatan pasar memori adalah Micron Technology, Samsung Electronics, SK Hynix, dan SanDisk.

Keempat produsen tersebut menguasai sebagian besar pasokan chip memori DRAM dan NAND di pasar global. UBS menilai mereka berpeluang menikmati kenaikan profit seiring proyeksi lonjakan harga memori yang diperkirakan berlanjut hingga semester kedua 2026.

Dari sisi produk, penjualan DRAM mencatat rekor bulanan sekitar US$48 miliar, meningkat 27,7 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, penjualan NAND mencapai sekitar US$25,8 miliar, atau tumbuh 40,7 persen secara bulanan. "Laporan July Memory Monthly kami menunjukkan bahwa siklus peningkatan memori semakin menguat di tengah percepatan permintaan yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI)," tulis UBS dalam laporannya.

Prospek industri juga diperkirakan masih positif dalam beberapa tahun ke depan. UBS memperkirakan pasar DRAM akan tetap mengalami kekurangan pasokan secara struktural setidaknya hingga kuartal II 2028.

Sejalan dengan kondisi tersebut, UBS Group merevisi naik proyeksi harga kontrak DRAM tipe DDR. Harga diperkirakan meningkat 32 persen pada kuartal III 2026, sebelum kembali naik 18 persen pada kuartal IV.

Tren serupa diperkirakan terjadi pada memori flash NAND. UBS memproyeksikan harga NAND akan naik 30 persen pada kuartal III 2026 dan bertambah 12 persen pada kuartal berikutnya.

Prospek kenaikan harga dan masih terbatasnya pasokan menunjukkan siklus positif industri chip memori diperkirakan belum berakhir. Di tengah pesatnya adopsi AI di berbagai sektor, permintaan terhadap DRAM dan NAND diproyeksikan tetap menjadi penopang utama pertumbuhan pasar hingga beberapa tahun mendatang.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria

Related Articles

See More