Reaktivasi Tambang Ombilin, PTBA Siapkan Hotel Penunjang Operasional

Jakarta, FORTUNE - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mempercepat langkah reaktivasi tambang batu bara Ombilin di Sawahlunto, Sumatra Barat, sekaligus memperluas infrastruktur penunjang untuk mendukung aktivitas industri di kawasan tersebut. Perusahaan menargetkan kegiatan penambangan dengan metode tambang terbuka (open pit) sudah dapat dimulai pada akhir 2026, lebih cepat dari rencana awal.
Direktur Operasi dan Produksi PTBA, Ilham Yacob, menyampaikan saat ini perseroan masih memfokuskan persiapan pada penyelesaian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).
"Kita saat sekarang timeline-nya di Ombilin khususnya adalah proses Amdal dan kita harapkan Amdal-nya bisa selesai dalam waktu 6 bulan ya, mungkin bisa dipercepat," ujar Irsam dalam paparan kinerja perseroan, di Jakarta, Senin (20/4).
Ia menambahkan, percepatan ini sejalan dengan harapan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara agar aktivitas penambangan dapat dimulai lebih awal.
"Harapan dari Danantara kita memang tadinya dalam plan-nya 2027 kita harapkan 2026 ini akhir tahun kita sudah mulai bisa nambang di open pit Ombilin," tambahnya.
Selain Amdal, PTBA juga menyiapkan studi kelayakan (feasibility study) yang akan berjalan paralel serta proses teknis lain, termasuk pemindahan jaringan Sutet sebagai bagian dari tahapan operasional. "Dan kita harapkan open pit kita buka dan setelah itu paralel next time-nya kita akan lakukan underground mining," ujarnya..
Tambang Ombilin sendiri merupakan kawasan bersejarah yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia UNESCO. Reaktivasi ini diharapkan dapat mengoptimalkan sisa cadangan sekitar 102 juta ton batu bara sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Seiring rencana tersebut, PTBA juga memperkuat ekosistem pendukung dengan meresmikan SAKA Ombilin Heritage Hotel di kawasan Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto.
Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, mengatakan kehadiran hotel tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan kawasan, tidak hanya sebagai situs bersejarah tetapi juga destinasi wisata berkelas dunia.
"Dengan konsep yang mengedepankan nilai historis, kualitas, dan keunggulan layanan, hotel ini diharapkan menjadi ikon hospitality di kawasan Ombilin, yang tidak hanya memberikan pengalaman menginap yang berkelas, tetapi juga menghadirkan standar pelayanan prima bagi para tamu dan wisatawan," katanya melalui keterangan resmi.
Ia menilai, potensi Ombilin tidak hanya terletak pada nilai historis, tetapi juga peluang pengembangan pariwisata dan ekonomi daerah. "Oleh karena itu, keberadaan hotel ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, memperkuat daya tarik daerah, serta memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat sekitar," katanya, menambahkan.
Lebih lanjut, Arsal menegaskan bahwa kehadiran fasilitas akomodasi ini juga disiapkan untuk menunjang aktivitas industri yang akan kembali berjalan di kawasan tersebut. Menurutnya, sinergi antara sektor industri dan pariwisata menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Ombilin.
PTBA berharap, pengembangan infrastruktur penunjang seperti hotel dapat memberikan manfaat luas, baik bagi operasional perusahaan maupun bagi masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Ombilin sebagai kawasan industri dan destinasi heritage yang terintegrasi.
















