Dorong Investasi, PLN EPI Terapkan Kontrak Pembelian Biomassa 5 Tahun

- PLN EPI menerapkan kontrak pembelian biomassa hingga lima tahun guna memberi kepastian pasar bagi pemasok dan mendorong investasi di sektor energi bersih.
- Kebijakan ini menekankan kualitas biomassa dengan nilai kalor tinggi dan pasokan konsisten agar pelaku usaha mendapat harga kompetitif serta peluang kontrak jangka panjang.
- PLN EPI menargetkan pemanfaatan biomassa 10 juta ton pada 2030 untuk menghasilkan nilai ekonomi Rp5,1 triliun, mengurangi emisi 12 juta ton CO₂, dan menciptakan 150 ribu lapangan kerja hijau.
Jakarta, FORTUNE - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menerapkan skema kontrak pembelian biomassa hingga lima tahun untuk memberikan kepastian pasar bagi pemasok. Kebijakan tersebut jug diharapkan dapat mendorong investasi, meningkatkan kualitas dan kontinuitas pasokan biomassa, sekaligus mempercepat transisi energi menuju sistem ketenagalistrikan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan jaminan pembelian dalam jangka panjang memberikan kepastian untuk pelaku usaha meningkatkan investasi, kapasitas produksi, dan kualitas biomassa yang dipasok ke pembangkit listrik.
"Apabila kualitas biomassa dapat dijaga, baik dari sisi nilai kalor maupun kontinuitas pasokan, PLN EPI dapat memberikan kontrak pembelian hingga lima tahun. Dengan demikian, pelaku usaha memiliki kepastian untuk berinvestasi dan meningkatkan kapasitas produksinya," ujar Hokkop, dikutip Kamis (23/7).
Meski begitu, perseroan akan mengutamakan kualitas produk. Biomassa yang memiliki nilai kalor lebih tinggi serta mampu dipasok secara konsisten berpeluang memperoleh harga yang lebih kompetitif.
"Kami ingin membangun industri biomassa yang sehat. Ekspor tetap menjadi peluang, tetapi pada saat yang sama kebutuhan domestik juga harus terjamin agar transisi energi nasional dapat berjalan secara berkelanjutan," tambah Hokkop.
Hingga Juni 2026, PLN EPI telah memasok biomassa ke 52 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan realisasi penggunaan mencapai 932.906 ton. Rata-rata nilai kalor biomassa yang dimanfaatkan mencapai 3.263 kkal per kilogram, dengan bahan baku berasal dari 16 jenis limbah pertanian dan kehutanan.
Ke depan, PLN EPI menargetkan pemanfaatan biomassa mencapai 3,7 juta ton pada 2026 dan meningkat menjadi 10 juta ton pada 2030. Pencapaian tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp5,1 triliun, mengurangi emisi hingga 12 juta ton COâ‚‚ ekuivalen per tahun, memanfaatkan sekitar 20 juta ton limbah biomassa setiap tahun, serta menciptakan sekitar 150 ribu lapangan kerja hijau di berbagai daerah.
Untuk memenuhi target tersebut, PLN EPI mengembangkan jaringan hub biomassa, meningkatkan fasilitas produksi, melakukan digitalisasi rantai pasok, serta memperluas kemitraan dengan koperasi, kelompok tani, BUMDes, dan pelaku usaha di berbagai daerah. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga keandalan dan kualitas pasokan biomassa bagi pembangkit listrik.


















