Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
publikasi_1771211512_69928af886eff.jpeg
Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dok Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian

Intinya sih...

  • Indonesia dan AS akan menandatangani kesepakatan dagang pada 19 Februari 2026.

  • Tarif bea masuk bagi sebagian besar produk asal Amerika Serikat dibebaskan oleh Indonesia, sementara AS menurunkan tarif resiprokal atas produk Indonesia dari 32% menjadi 19%.

  • Presiden Prabowo juga akan hadir dalam KTT Board of Peace pada tanggal yang sama sebagai langkah strategis dalam memperkuat diplomasi Indonesia di tingkat global.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Indonesia dan Amerika Serikat (AS) akan melangsungkan penandatanganan kesepakatan dagang atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) pada 19 Februari 2026.

Secara substansi, negosiasi tarif telah rampung dan kedua negara telah menyelesaikan proses harmonisasi bahasa hukum (legal drafting). Dalam kerangka kesepakatan tersebut, Indonesia membebaskan tarif bea masuk bagi sebagaian besar produk asal Amerika Serikat.

Sementara itu, Amerika Serikat menurunkan tarif resiprokal atas produk Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen, serta memberikan pengecualian tarif bagi sejumlah komoditas unggulan ekspor Indonesia, termasuk minyak kelapa sawit (CPO), kopi, dan kakao.

“Pertemuan membicarakan terkait update perundingan Indonesia-Amerika dan disampaikan Bapak Presiden rencananya akan hadir di Amerika Serikat pada tanggal 19,” ujar Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (18/2).

Selain membahas kesepakatan dagang, pertemuan tersebut juga akan membahas tentang pertemuan bisnis dan investasi antara pelaku usaha Indonesia dan Amerika Serikat.

Sebelum hadir dalam pertemuan di AS, Presiden Prabowo telah menggelar pertemuan dengan sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih pada Minggu (15/2). Pertemuan dilakukan guna menyamakan posisi kebijakan serta mematangkan strategi negosiasi ekonomi.

Menurut Presiden, setiap perundingan harus memperkuat industri nasional, meningkatkan produktivitas domestik, serta memperbesar kontribusi Indonesia dalam rantai pasok global. Pemerintah juga diharapkan untuk memastikan posisi tawar Indonesia tetap kuat dan tidak merugikan kepentingan nasional.

Selain itu, Presiden mengingatkan bahwa setiap kebijakan ekonomi agar dapat memberikan manfaat nyata dan dapat segera dirasakan masyarakat Indonesia. “Fokus kebijakan tidak hanya pada kesepakatan formal, tetapi pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah industri, dan dampak langsung terhadap kesejahteraan Rakyat,” tuturnya.

Selain agenda perdagangan, kunjungan Presiden Prabowo ke Amerika juga mencakup partisipasi dalam KTT Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza pada 19 Februari 2026 yang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat diplomasi Indonesia di tingkat global sekaligus membuka peluang kerja sama baru.

Editorial Team