Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Industri Global Makin Paham Pentingnya Jaringan Listrik Ramah Lingkungan
Diskusi Schneider Electric di Enlit Asia 2026/Dok Fortune IDN
  • Sebanyak 21 persen organisasi Asia Tenggara telah mengadopsi switchgear tegangan menengah bebas SF6, sementara 39 persen menyiapkan transisi dalam dua tahun mendatang.
  • Transisi didorong utilitas, tuntutan rantai pasok multinasional, dan kebutuhan data center, tetapi terkendala kesiapan teknologi, pembiayaan, serta stabilitas rantai pasok.
  • Schneider Electric memperkenalkan AirSeT berbasis udara murni dan vakum; varian SM AirSeT diproduksi di Cikarang untuk mendukung pasokan regional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – Adopsi teknologi jaringan listrik ramah lingkungan di Asia Tenggara menunjukkan tren positif, ditandai dengan 21 persen organisasi telah beralih ke teknologi switchgear tegangan menengah (medium-voltage) bebas gas sulfur heksafluorida (SF6) dan 39 persen lainnya bersiap melakukan transisi dalam dua tahun ke depan.

Temuan ini terungkap dalam white paper terbaru Schneider Electric dan IDC bertajuk SF6-Free MV Switchgear: Industry Readiness, Decision Drivers, and the Way Forward, yang dipaparkan dalam ajang Enlit Asia 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Selasa (22/9).

Momentum adopsi infrastruktur bebas SF6 di Asia Tenggara terus berkembang meski regulasi yang mengikat di kawasan ini masih terbatas. VP Power Systems Commercial Schneider Electric East Asia & Japan, Nancy Lin, menyatakan kawasan ini merupakan salah satu pasar paling dinamis dalam transisi global. Menurutnya, pelanggan kini makin aktif mencari solusi yang menggabungkan keandalan, keberlanjutan, serta nilai jangka panjang.

Di tingkat nasional, modernisasi jaringan listrik menjadi fondasi penting dalam mendukung transisi energi Indonesia. Business Vice President Power Systems Schneider Electric Indonesia, Hery Saputra, menjelaskan pembaruan infrastruktur ini makin mendesak seiring pesatnya penambahan kapasitas pembangkit dan integrasi sumber energi terbarukan.

Berdasarkan studi IDC yang melibatkan 700 pengambil keputusan infrastruktur tegangan menengah di tujuh kawasan dan empat sektor industri, kesadaran transisi di Asia Tenggara dipicu oleh pengaruh perusahaan utilitas, tuntutan rantai pasok perusahaan multinasional, serta tingginya permintaan dari sektor data center.

Namun, riset tersebut menggarisbawahi tiga tantangan utama yang masih dihadapi organisasi dalam mengadopsi teknologi ini, yakni kesiapan teknologi (59 persen), keterbatasan finansial (47 persen), serta stabilitas rantai pasok (44 persen).

Selama puluhan tahun, gas kimia SF6 diandalkan sebagai isolator pada peralatan tegangan menengah. Kendati demikian, SF6 memiliki dampak pemanasan global yang tinggi dan bertahan hingga 3.200 tahun di atmosfer. Seiring meningkatnya ketersediaan alternatif secara komersial, fokus industri kini bergeser dari sekadar kelayakan teknologi menuju kesiapan adopsi dan eksekusi di lapangan.

Merespons tantangan tersebut pada ajang Enlit Asia 2026 (22–24 September 2026), Schneider Electric mendorong modernisasi jaringan dari hulu ke hilir—mulai dari pembangkitan (power generation), transmisi, hingga distribusi. Perusahaan memperkenalkan portofolio switchgear tegangan menengah bebas SF6, yaitu AirSeT melalui varian SM AirSeT dan RM AirSeT.

Solusi AirSeT menggunakan Pure Air (udara murni) sebagai media isolasi dan teknologi vakum untuk pemutusan arus listrik. Pendekatan ini mengeliminasi penggunaan SF6 maupun campuran gas alternatif, tanpa mengorbankan fungsi perlindungan dan keandalan sistem distribusi listrik.

Untuk menjamin kepastian pasokan regional, varian SM AirSeT diproduksi langsung di fasilitas manufaktur Schneider Electric Cikarang. Kehadiran fasilitas lokal ini ditujukan untuk memperkuat stabilitas rantai pasok serta mendukung pemenuhan kebutuhan pelanggan di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik.

Curated For You

Editorial Team

Related Article