Jakarta, FORTUNE – Industri teh nasional menghadapi tekanan dari fluktuasi harga komoditas dan perubahan kondisi cuaca. Anomali iklim, termasuk kemarau panjang atau El Nino, berpotensi menekan produktivitas kebun dan kapasitas produksi teh nasional. Di tengah kondisi tersebut, Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo berupaya menjaga produktivitas sekaligus kualitas produksi teh melalui penguatan tata kelola dan intervensi agronomi. Langkah ini dilakukan untuk mempertahankan standar mutu dari tahap budidaya hingga pengolahan.
Direktur Operasional PTPN IV PalmCo, Rediman Silalahi, mengatakan kondisi industri teh saat ini cukup dinamis. Produsen tidak hanya menghadapi pergerakan harga komoditas, tetapi juga harus mengantisipasi dampak perubahan cuaca terhadap produksi.
Menurutnya, tekanan tersebut mendorong PTPN IV PalmCo meningkatkan kemampuan adaptasi di tingkat perkebunan. Perusahaan melakukan sejumlah langkah mitigasi agronomi untuk menjaga produktivitas tanaman sekaligus mempertahankan kualitas pucuk daun sebagai bahan baku pengolahan.
“Kondisi di lapangan saat ini cukup dinamis. Produsen teh di Indonesia tengah berhadapan dengan masalah fluktuasi harga komoditas dan anomali cuaca berupa kemarau panjang atau El Nino. Faktor iklim ini sangat krusial karena secara langsung berdampak pada penurunan total kapasitas produksi teh secara nasional,” kata Rediman, usai menerima penghargaan The 4th National Tea Competition (NTC) 2026 yang digelar Asosiasi Teh Indonesia (ATI), mengutip siaran pers, Kamis (24/9).
Menyoal bisnis, PTPN IV PalmCo membukukan laba bersih sebesar Rp 7,08 triliun pada tahun buku 2025 berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit. Nilai tersebut meningkat 90,3 persen dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang sebesar Rp 3,72 triliun. Sebagian besar memang ditopang dari komoditas sawit. Meskipun demikian, kontribusi komoditas non-sawit, termasuk teh, terus didorong berkontribusi terhadap pendapatan perusahaan, hingga September 2025 produksi teh tercatat mencapai 10.325 ton. Perusahaan juga mengembangkan produk turunan teh, termasuk minuman siap konsumsi. Strategi ini diyakini mampu menembus pasar ritel global yang lebih kompetitif dan bernilai tambah tinggi.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan perusahaan memperkuat pengendalian mutu melalui pembenahan proses produksi dari hulu hingga hilir.
“Transformasi yang berjalan di internal perusahaan memastikan bahwa standar operasional, mulai dari proses pemetikan pucuk daun, proses pengolahan, sortasi hingga tahap pengepakan, dilakukan secara presisi untuk memenuhi ekspektasi pasar, baik domestik maupun ekspor,” ujar Jatmiko.
Ia menambahkan, strategi tersebut diterapkan untuk menjaga konsistensi mutu produksi teh grade satu. Upaya tersebut tercermin dari raihan 14 penghargaan PalmCo dalam The 4th National Tea Competition (NTC) 2026. Ke-14 penghargaan tersebut diraih oleh empat unit pengolahan teh PalmCo, yakni Kebun Tobasari, Kebun Bah Butong, Kebun Kayu Aro, dan Kebun Danau Kembar.
