Jakarta, FORTUNE – Shell Lubricants kembali mempertahankan posisi sebagai pemasok pelumas global dengan penjualan terbesar di dunia untuk ke-20 kalinya. Pencapaian tersebut tercantum dalam laporan terbaru Kline & Company, Global Lubricants: Market Analysis and Assessment, yang mencakup pasar utama pelumas dunia beserta berbagai segmen, produk, dan formulasinya.
Dalam laporan tersebut, Shell mempertahankan posisi sebagai pemasok terkemuka untuk pelumas dan fluida otomotif maupun industri. Perusahaan juga menempati peringkat pertama dalam tiga kategori utama yang dipantau Kline, yakni otomotif konsumen (consumer automotive), otomotif komersial (commercial automotive), dan industri (industrial).
Global Executive Vice President Shell Lubricants, Jason Wong, mengatakan posisi tersebut tidak hanya mencerminkan keberlanjutan kinerja perusahaan, tetapi juga konsistensi dalam mengembangkan bisnis dan memenuhi kebutuhan pelanggan selama dua dekade.
“Selama 20 tahun terakhir, berbagai inovasi kami telah membantu meningkatkan kinerja pengendara sehari-hari, sektor-sektor industri yang vital, hingga mesin Formula 1. Kami bangga dapat mendukung kemajuan dunia melalui merek, teknologi, dan sumber daya manusia kami. Kini, fokus kami tertuju pada masa depan, memastikan kami terus memainkan peran terdepan dalam menyediakan solusi pelumas dan cairan untuk menjawab kebutuhan masa depan," ujarnya dalam Media Roundtable Shell, “The Kline & Company’s Report”, di Shell Lubricants Oil Blending Plant (LOBP), Marunda, Rabu (16/9).
Selama dua dekade terakhir, Shell mengembangkan sejumlah teknologi pelumas untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pelumas mesin sintetis dengan viskositas rendah yang ditujukan untuk membantu efisiensi bahan bakar dan mempertahankan nilai kendaraan, hingga layanan diagnostik cairan prediktif bagi sektor industri untuk membantu menekan total biaya kepemilikan (total cost of ownership).
Perkembangan kebutuhan industri juga membuat bisnis pelumas bergerak melampaui fungsi dasar untuk mengurangi gesekan dan panas pada mesin. Pelumas kini turut dikembangkan untuk mendukung teknologi baru, termasuk kendaraan listrik dan infrastruktur pusat data.
Shell saat ini memiliki jaringan global yang terdiri dari 31 pabrik pelumas (lubricant oil blending plants) serta lebih dari 300 ilmuwan penelitian dan pengembangan (research & development atau R&D). Kapabilitas tersebut digunakan untuk mengembangkan solusi yang menyesuaikan perubahan kebutuhan industri.
Salah satunya adalah pengembangan cairan khusus untuk pendinginan imersi pusat data (data centre immersion cooling fluids) di tengah meningkatnya kebutuhan komputasi untuk kecerdasan artifisial (artificial intelligence atau AI). Shell juga mengembangkan cairan termal untuk kendaraan listrik (electric vehicle atau EV), serta cairan pendingin yang dapat terurai secara hayati (biodegradable coolants) untuk infrastruktur kelistrikan.
