Jakarta, FORTUNE – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Jasa Marga (Persero) Tbk (Jasa Marga) menyetujui pembagian dividen kepada pemegang saham senilai Rp1,1 triliun atau setara 31 persen dari laba bersih perseroan pada tahun buku 2025 yang mencapai Rp3,65 triliun.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyatakan di tengah ekspansi bisnis, perseroan berkomitmen terus menjaga nilai pemegang saham melalui pembagian dividen.
Perseroan menyatakan akan terus mengupayakan kesinambungan pembagian dividen melalui kebijakan terukur dengan tidak mengabaikan kondisi keuangan dan perekonomian ke depan.
“Besaran dividen per lembar saham adalah sebesar Rp156,2, sama dengan periode sebelumnya. Dividen tersebut akan dibagikan secara proporsional kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal pencatatan 4 Juni 2026,” kata Rivan melalui keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Jumat (22/5).
Ia menambahkan, jadwal pembagian dividen akan dilakukan pada 19 Juni 2026. Sedangkan sisa laba bersih pada 2025 akan dialokasikan sebagai laba ditahan yang akan digunakan sebagai cadangan.
Rivan juga menjelaskan, sepanjang 2025, perseroan menjaga core profit tetap stabil pada Rp3,65 triliun. Selain itu, perseroan mencatat pendapatan usaha sebesar Rp19,8 triliun, meningkat 5,8 persen (YoY), yang didorong oleh kontribusi utama pendapatan tol Rp18,2 triliun dan pendapatan usaha lain Rp1,6 triliun.
Sedangkan, EBITDA perseroan meningkat menjadi Rp13,3 triliun dengan capaian margin EBITDA 67 persen.
“Stabilitas core profit didukung oleh pertumbuhan pendapatan usaha dan EBITDA, serta didukung oleh keberhasilan perseroan dalam menurunkan beban keuangan secara konsolidasi sebesar 10,5 persen (YoY) sebagai dampak positif dari aksi korporasi equity financing yang dilakukan pada akhir 2024," kata Rivan.
Sepanjang 2025, Jasa Marga memperkuat lini bisnisnya yang mencakup bisnis konsesi, pengoperasian dan preservasi, hingga pengembangan bisnis prospektif. Pada lini bisnis konsesi jalan tol, Jasa Marga mempertahankan posisinya sebagai market leader, yaitu sebagai pengelola jalan tol terbesar di Indonesia, dengan mengoperasikan 1.294 KM jalan tol dari total konsesi sepanjang 1.736 KM.
Konsesi yang dikelola perseroan merepresentasikan 42 persen pangsa pasar jalan tol di seluruh Indonesia.
Transaksi di jalan tolnya sepanjang 2025 mencapai 1,31 miliar kendaraan dengan lalu lintas harian rata-rata (LHR) mencapai 3,58 juta kendaraan.
Selanjutnya, RUPST Tahun Buku 2025 juga menyetujui penetapan jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan, dengan susunan sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Juri Ardiantor
Komisaris: Syamsul Bachri Yusuf
Komisaris: M Asrorun Ni’am Sholeh
Komisaris Independen: Tedi Kurniawan
Komisaris Independen: Nachrowi Ramli
Komisaris Independen: Rudi Antariksawan
Komisaris: Nurul Ghufron
Direksi
Direktur Utama: Rivan A. Purwantono
Wakil Direktur Utama: Andry Tanudjaja
Direktur Bisnis: Reza Febriano
Direktur Human Capital dan Transformasi: Yoga Tri Anggoro
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Pramitha Wulanjani
Direktur Layanan: Yaya Ruhiya
Direktur Operasi: Fitri Wiyanti
Direktur Pengembangan Usaha: Ari Respati
