Jakarta, FORTUNE – Penerapan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pada sektor pertambangan dapat menjadi kunci meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keselamatan kerja di tengah tantangan industri yang makin kompleks. Menurut Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Aryo Djojohadikusumo, Industri pertambangan Indonesia tengah memasuki era baru dengan penerapan teknologi AI tersebut.
“AI bukan sekadar teknologi efisiensi, tapi akan menjadi penentu arah transformasi industri nasional,” kata Aryo dalam keterangannya, dikutip Rabu (14/10).
Aryo menekankan transformasi digital berbasis AI harus menjadi agenda strategis nasional. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga riset menjadi sangat penting untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam revolusi industri pertambangan berbasis teknologi.
“AI menjadi solusi abad ke-21 agar pelaku usaha dapat menggunakan teknologi untuk meningkatkan kinerja dan menjaga posisi Indonesia sebagai salah satu produsen mineral terbesar di dunia,” ujarnya.
Lebih jauh, Aryo menjelaskan AI dapat menjadi alat strategis dalam menjawab tiga tantangan klasik industri tambang, yakni efisiensi, produktivitas, dan keselamatan kerja. Selain itu, pemanfaatan teknologi ini juga dapat memperkuat tata kelola dan sistem keamanan untuk mencegah praktik pertambangan ilegal.
“Langkah ini penting agar dunia pertambangan Indonesia dapat menjadi salah satu yang terdepan di dunia dalam penerapan teknologi canggih,” kata Aryo.
