Jakarta, FORTUNE – PT Asuransi Tokio Marine Indonesia atau Tokio Marine (TMI) mengantongi laba bersih setelah pajak senilai Rp306 miliar atau naik 3,38 persen (YoY) pada akhir 2025. Kondisi ini ditopang oleh pendapatan premi bruto yang mencapai Rp2,29 triliun.
Asuransi yang menjadi bagian dari Tokio Marine Group ini mengaku kinerja yang positif ini didukung oleh sejumlah inovasi produk baru yang memfasilitasi kebutuhan masyarakat.
Salah satunya adalah menghadirkan produk untuk perlindungan penerbitan visa ke luar negeri melalui fitur Visa Protection.
“Dalam proses perjalanan internasional, tahap pengajuan visa sering menjadi titik krusial. Banyak orang sudah mempersiapkan berbagai kebutuhan perjalanan sebelum hasil visa keluar. Melalui Visa Protection, kami ingin membantu nasabah merasa lebih tenang karena ada perlindungan tambahan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ujar Djoko Mulyono, Head of Product Development Asuransi Tokio Marine, melalui keterangan resmi di Jakarta, Jumat (13/2).
Fitur ini dirancang membantu nasabah mengelola risiko finansial jika permohonan visa tidak disetujui, dengan manfaat penggantian sesuai ketentuan polis.
Fitur ini juga memberikan manfaat penggantian atas biaya pengurusan visa yang ditolak dan komponen biaya perjalanan lainnya, seperti tiket dan akomodasi, selama penolakan dan dokumen pendukung sesuai ketentuan, pengecualian, serta persyaratan dalam polis.
Secara umum, perusahaan menyoroti fitur ini sebagai salah satu nilai tambah pada produk Tokio Marine Travel Partner (TMTP) dalam rangkaian Travel Agent Kick Off.
Melalui rangkaian ini, Tokio Marine menegaskan bahwa agen perjalanan merupakan partner strategis, dan akan terus menghadirkan program insentif yang relevan.
Sebagai produk yang bersifat fitur tambahan, biaya premi akan disesuaikan dengan harga visa dan polis yang telah diterbitkan sebelumnya.
Di sisi lain, perusahaan juga telah melakukan komitmen pembayaran beban klaim senilai Rp367 miliar sepanjang 2025.
Ke depan, TMI akan melanjutkan penguatan layanan perjalanan melalui pengembangan kapabilitas digital, penyederhanaan alur operasional, serta program kolaborasi lainnya.
