Jakarta, FORTUNE - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan pendapatan senilai US$498 juta pada kuartal-I 2026, naik 3 persen (YoY).
Salah satu faktor pendukungnya adalah kenaikan volume penjualan perseroan sebesar 6 persen (YoY) menjadi 6,3 juta ton. Peningkatan penjualan itu didukung oleh penjualan dari pihak ketiga sebesar 0,7 juta ton dan persediaan batu bara yang dimiliki pada akhir 2025
Kendati demikian, harga jual rata-rata (ASP) dari US$82 per ton pada kuartal-I 2025 menjadi US$79 per ton pada kuartal-I 2026. Selain itu, beban pokok pendapatan dan beban operasional perseroan naik 5 persen (YoY) karena pertumbuhan volume penjualan.
Beban umum dan administrasi juga naik 9 persen (YoY) menjadi US$13 juta. Di sisi lain, beban penjualan turun 2 persen (YoY) menjadi US$43 juta. Secara total, beban operasional perseroan mencapai US$56 juta pada periode tiga bulan pertama 2026.
Berdasarkan data-data tersebut, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan tercatat menurun 15,8 persen (YoY) dari US$64,9 juta menjadi US$54,7 juta.
Bagaimana dengan neraca keuangan ITMG? Dari segi aset, perseroan membukukan US$2,40 miliar per akhir Maret 2026, relatif sama dengan nilai pada akhir 2025. Ekuitas perseroan juga bertambah dari US$1,9 miliar menjadi US$1,92 miliar.
Sementara itu, jumlah liabilitas perseroan menurun dari US$498 juta pada akhir 2025 menjadi US$480 juta pada 31 Maret 2026.
ITMG juga mencatatkan arus kas masuk bersih dari aktivitas operasi sebesar US$65 juta pada kuartal-I 2026, dari sebelumnya US$44 juta. Itu karena peningkatan penempatan kas pada deposito jangka pendek dan kas yang dibatasi penggunaannya, serta lebih rendahnya realisasi deposito jangka pendek yang telah jatuh tempo.
Untuk arus kas dari aktivitas pendanaan, terjadi peningkatan sebesar 28 persen (YoY) dari US$15 juta menjadi US$19 juta. Itu berkat pembelian saham treasuri meskipun ada penurunan pembayaran pinjaman bank.
