Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Ditopang Tabungan Haji, BSI Bukukan Laba Rp2,2 T di Kuartal I-2026

Ditopang Tabungan Haji, BSI Bukukan Laba Rp2,2 T di Kuartal I-2026
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyiapkan program relaksasi dan restrukturisasi pembiayaan bagi nasabah terdampak bencana di Aceh. (dok. BSI)
Intinya Sih
  • BSI mencatat laba bersih Rp2,2 triliun pada kuartal I-2026, tumbuh 17,1% YoY berkat peningkatan tabungan haji dan kontribusi bisnis emas sebagai bullion bank.
  • Jumlah nasabah Tabungan Haji mencapai 7,25 juta dengan dominasi milenial dan Gen Z, mendorong pangsa pasar BSI naik menjadi 53,6% dari total pendaftar haji nasional.
  • Dana pihak ketiga tumbuh 18% YoY ke Rp376,8 triliun dengan CASA sebagai penopang utama; pembiayaan naik 14,39% sementara rasio NPF gross membaik ke level 1,8%.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau Bank Syariah Indonesia membukukan laba bersih sebesar Rp2,2 triliun pada kuartal I 2026, tumbuh 17,1 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pertumbuhan tabungan haji, serta kontribusi sebagai bullion bank.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo mengatakan mengatakan tingginya minat masyarakat untuk berhaji mendorong nasabah membuka Tabungan Haji yabg hingga kini jumlahnya mencapai 7,25 juta orang. Dari total tersebut, sekitar 1,2 juta nasabah berasal dari kalangan generasi milenial dan Gen Z.

Sejalan dengan itu, BSI mencatat jumlah pendaftar haji nasional terus meningkat dari 286,4 ribu pada 2023 menjadi 422,3 ribu pada 2025. Lonjakan minat tersebut turut memperkuat posisi BSI di pasar tabungan haji nasional.

"Tabungan saat ini menjadi mesin pertumbuhan BSI termasuk dari Tabungan Haji. BSI fokus pada penumbuhan Tabungan Haji, Payroll, dan Tabungan Bisnis. Kami berperan aktif mendukung antusiasme umat Islam Indonesia untuk berhaji," ujarnya dalam paparan kinerja BSI, dikutip Selasa (13/5).

BSI juga memperkuat dominasinya di pasar tabungan haji nasional. Sepanjang 2025, pangsa pasar perseroan meningkat menjadi 53,6 persen dari 49,5 persen pada 2023. Dari total 422,3 ribu pendaftar haji nasional, sebanyak 226,4 ribu di antaranya mendaftar melalui BSI.

Kenaikan basis nasabah tersebut turut mendongkrak Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI sebesar 18 persen YoY menjadi Rp376,8 triliun. Dari sisi komposisi, dana murah atau current account saving account (CASA) masih menjadi penopang utama.

Sementara Giro tercatat tumbuh 24,17 persen secara tahunan menjadi Rp71,7 triliun, sedangkan tabungan meningkat 20,18 persen menjadi Rp164,5 triliun. Dengan demikian, total CASA naik 21,36 persen YoY menjadi Rp236,2 triliun. Dari sisi aset, pada periode tersebut BSI membukukan Rp460,1 triliun.

Direktur Finance and Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho menambahkan, dual licence alias bank syariah dan bank emas turut mendorong pertumbuhan fee based income (FBI) perseroan ke level Rp2,09 triliun, naik 22,98 persen secara tahunan.

Kontribusi FBI terhadap total pendapatan BSI mencapai 22,98 persen, dengan bisnis emas menjadi penyumbang tertinggi sebesar 33,69 persen atau senilai Rp705 miliar, tumbuh 125 persen (YoY). Kontributor berikutnya berasal dari treasury sebesar 21,67 persen dan layanan e-channel sebesar 17,46 persen

Pada sisi pembiayaan, BSI mencatat penyaluran sebesar Rp329 triliun atau tumbuh 14,39 persen YoY, terutama ditopang segmen konsumer. Meski tumbuh agresif, kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio non-performing financing (NPF) gross membaik menjadi 1,8 persen dari sebelumnya 1,88 persen. Sementara NPF nett berada di level 0,38 persen

Adapun, mayoritas pembiayaan atau setara 72,37 persen didistribusikan pada segmen konsumer dan ritel, sisanya 27,63 persen ke segmen wholesale. Sementara Cost of Credit (CoC) juga masih terjaga pada level 0,73 persen. Kondisi tersebut cukup ideal untuk mendorong rasio laba bersih pada triwulan I 2026 dengan indikasi ROA 2,53 persen dan ROE 19,36 persen.

BSI juga turun berperan aktif pada program MBG pemerintah, lewat penyaluran kredit sebesar Rp198 miliar kepada 211 dapur, penyaluran KDMP dan KUR yang masing-masing menjangkau lebih dari 80 ribu koperasi dan 17,732 nasabah penerima KUR.

Dari sisi penyediaan rumah bersubsidi, BSI menyalurkan FLPP kepada 894 nasabah dengan total pembiayaan rumah bersubsidi mencapai Rp5,7 triliun.

Share
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .
Follow Us

Related Articles

See More