Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Kinerja Cemerlang Kuartal I-2026, Citigroup Suntik US$5 Miliar untuk AI            

Kinerja Cemerlang Kuartal I-2026, Citigroup Suntik US$5 Miliar untuk AI            
Chair & Chief Executive Officer Citi, Jane Fraser pada Citi Investor Day 2026/Dok Citi
Intinya Sih
  • Laba bersih Citigroup naik 42% menjadi US$5,8 miliar pada kuartal I-2026, didorong oleh pendapatan grup sebesar US$24 miliar yang tumbuh 14% secara tahunan.
  • Citigroup menyiapkan investasi senilai US$5 miliar untuk pengembangan teknologi digital dan artificial intelligence guna meningkatkan efisiensi operasional di berbagai lini bisnis.
  • Asia Pasifik menyumbang 30% pendapatan lini wealth Citi, sementara jaringan global dan sinergi bisnis terus memperkuat kinerja Citi Indonesia sepanjang 2025.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE – Grup perbankan asal Amerika Serikat, Citigroup Inc., mengawali 2026 dengan catatan kinerja positif. Perseroan membukukan laba bersih senilai US$5,8 miliar pada triwulan pertama tahun ini, melonjak 42 persen dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu (year-on-year/YoY).

Pundi-pundi keuntungan tersebut ditopang oleh pendapatan grup yang mencapai US$24 miliar. Angka ini mencerminkan kenaikan 14 persen secara tahunan.

Dalam ajang Citi Investor Day di New York pekan lalu, CEO Citigroup, Jane Fraser, menyatakan arah bisnis perseroan yang kian konkret. Fokus utamanya adalah mengejar pertumbuhan imbal hasil yang kuat dan berkelanjutan.

“Investor Day menegaskan bahwa jaringan global Citi tetap menjadi keunggulan kompetitif utama yang semakin relevan,” ujar Jane.

Ia menambahkan bahwa jangkauan bisnis perseroan tetap kokoh pada berbagai kondisi pasar. Saat ini, Citigroup melayani 80 persen perusahaan dalam daftar Fortune 500, baik di Amerika Serikat maupun secara global.

Guna menjaga momentum pertumbuhan, Citigroup bersiap melakukan langkah ekspansif. CFO Citigroup, Gonzalo Luchetti, mengungkap rencana investasi senilai US$5 miliar untuk pengembangan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Langkah taktis ini diharapkan mampu memangkas beban biaya fungsional. Investasi tersebut akan disebar ke sejumlah lini vital, mulai dari sistem pembayaran, perdagangan, hingga manajemen kekayaan (wealth management).

“Kami akan terus mencapai penghematan produktivitas dari investasi masa lalu dan efisiensi dalam biaya fungsional dan operasional,” kata Gonzalo.

Dari sisi operasional, Citigroup kini melayani sekitar 3.800 koridor lintas negara bagi para kliennya. Menariknya, pada lini bisnis markets, sebanyak 42 persen pendapatan 2025 bersumber dari negara-negara non-G10.

Wilayah Asia Pasifik, termasuk Indonesia, memegang peranan penting dengan menyumbang 30 persen bagi pendapatan di lini bisnis wealth.

Menanggapi pencapaian global tersebut, CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi, menyatakan disiplin dalam pendekatan bisnis menjadi kunci pertumbuhan stabil. Menurutnya, kinerja positif Citi Indonesia sepanjang 2025 didorong oleh sinergi kuat antara lini banking, markets, dan services.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Related Articles

See More