Laba Citi Indonesia Melonjak 10 Persen Jadi Rp2,8 Triliun pada 2025

Capaian tersebut naik 10 persen dari tahun sebelumnya berkat peningkatan pendapatan bunga bersih dan efisiensi beban operasional.
Segmen Treasury and Trade Solutions tumbuh 3 persen dengan ekspansi layanan omni collection serta migrasi penuh ke platform digital CitiDirect V3.
Melalui program pembiayaan rantai pasokan, jumlah pemasok lokal meningkat 16 persen.
Jakarta, FORTUNE – Sepanjang 2025, Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) mengantongi laba bersih senilai Rp2,8 triliun, alias melonjak 10 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Moncernya laba ini menjadi sinyal kuat resiliensi perseroan di tengah dinamika pasar domestik, disokong oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 7 persen serta pengendalian beban operasional yang kian lincah.
Dalam laporan keuangannya terlihat Citi Indonesia membukukan net interest margin (NIM) pada level 4,77 persen, dengan total penyaluran kredit mencapai Rp26,9 triliun. Angka-angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas bagi CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi.
“Kinerja yang baik ini mencerminkan pertumbuhan berkelanjutan serta komitmen jangka panjang kami dalam mendukung kemajuan perekonomian Indonesia,” kata Batara dalam keterangan resminya, Kamis (30/4).
Di balik efisiensi yang stabil, terdapat mesin digital yang bekerja sigap. Pada lini bisnis Treasury and Trade Solutions (TTS), Citi mengukir pertumbuhan 3 persen (YoY). Tak hanya itu, perseroan kian agresif merambah aliran dana ritel dan e-commerce melalui layanan omni collection.
Loncatan teknologi ini kian nyata setelah TTS Citi Indonesia merampungkan migrasi klien ke platform CitiDirect V3. Platform anyar ini tak hanya membawa fitur keamanan lebih berotot,tapi juga kapabilitas manajemen kas lebih mumpuni. Syahdan, integrasi digital ini diperkuat dengan solusi Host-to-Host dan API yang menyasar pemain utama pada sektor teknologi serta layanan keuangan.
“Melalui program pembiayaan rantai pasokan, TTS menyediakan bantuan modal kerja kepada pemasok lokal di seluruh Indonesia,” ujar Batara.
Strategi ini rupanya membuahkan hasil; jumlah pemasok yang terdaftar dalam program tersebut melonjak 16 persen pada 2025. Bagi Citi, solusi digital adalah kunci merangkul jaringan bisnis lokal di negara kepulauan ini.
Taji Citi Indonesia pada segmen Corporate Banking pun kian tajam melalui sejumlah transaksi kakap. Sepanjang 2025, bank ini terlibat dalam penyaluran fasilitas pinjaman perdagangan bilateral bergulir senilai US$30 juta kepada PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. Suntikan modal kerja bilateral senilai Rp1 triliun juga dikucurkan kepada PT Tower Bersama Infrastructure Tbk.
















