Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Siasat Menghadapi Kenaikan Biaya Pendidikan di Tengah Bayang-bayang Inflasi

Siasat Menghadapi Kenaikan Biaya Pendidikan di Tengah Bayang-bayang Inflasi
ilustrasi sekolah internasional (pexels.com/This And No Internet 25)
Intinya Sih
  • Inflasi biaya pendidikan di Indonesia mencapai 2,38% pada 2024, dipicu kenaikan uang pangkal sekolah yang rata-rata naik 10–15% per tahun.
  • Vivin Arbianti Gautama dari Prudential Syariah menyoroti pentingnya perencanaan keuangan keluarga karena biaya pendidikan meningkat bersamaan dengan kebutuhan pensiun orang tua.
  • Orang tua disarankan memisahkan dana pendidikan dari tabungan utama, melengkapi rencana dengan asuransi jiwa syariah, dan mulai menabung sejak dini agar beban finansial lebih ringan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat inflasi biaya pendidikan menyentuh angka 2,38 persen sepanjang 2024. Kendati angka inflasi umum tampak terkendali, realitas di lapangan menunjukkan kenaikan uang pangkal sekolah rata-rata meroket antara 10 hingga 15 persen setiap tahunnya.

Kondisi ini kian pelik lantaran mayoritas keluarga masih mengandalkan tabungan konvensional untuk menyiapkan biaya sekolah anak. Padahal, pada saat yang sama, orang tua wajib menjaga keseimbangan arus kas untuk kebutuhan rutin, dana darurat, hingga persiapan masa purnabakti.

Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama, menandaskan bahwa tantangan finansial ini kian berat bagi keluarga yang berada pada fase kehidupan ganda. Sering kali, kebutuhan biaya universitas anak datang berhimpitan dengan masa pensiun orang tua.

“Di tengah kenaikan biaya pendidikan yang melampaui inflasi umum, kami melihat kebutuhan keluarga Indonesia tidak hanya sekadar menabung. Memiliki solusi perencanaan yang disiplin, terukur, dan tidak membebani cash flow bulanan menjadi sangat penting,” ujar Vivin melalui keterangan resmi di Jakarta, Selasa (5/5).

Menyikapi tren tersebut, terdapat sejumlah langkah strategis yang dapat diterapkan guna mengamankan masa depan pendidikan anak. Langkah awal adalah melakukan pemisahan dana pendidikan dari rekening tabungan utama guna menghindari pemakaian dana untuk kebutuhan konsumtif. Konsistensi dalam menyisihkan dana, meskipun dalam nominal kecil, menjadi kunci utama agar arus kas keluarga tetap sehat.

Selanjutnya, perencanaan pendidikan niscaya dilengkapi dengan instrumen asuransi jiwa. Hal ini penting guna memastikan rencana pendidikan tetap berjalan kendati terjadi risiko meninggal dunia atau kondisi kritis pada pencari nafkah. Dalam prinsip Syariah, keberadaan dana tabarru’ juga menghadirkan nilai tolong-menolong antarpeserta saat risiko tersebut terjadi.

Terakhir, faktor waktu memegang peranan vital. Memulai perencanaan sejak dini niscaya meringankan beban kontribusi bulanan sekaligus memberikan ruang bagi dana pendidikan untuk berkembang secara optimal sesuai target yang dibidik.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Related Articles

See More