Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Rupiah Tembus 17.500 per Dolar AS, Pecah Rekor Terlemah

Rupiah Tembus 17.500 per Dolar AS, Pecah Rekor Terlemah
ilustrasi rupiah (pixabay.com/IqbalStock)
Intinya Sih
  • Rupiah melemah hingga Rp17.500 per dolar AS akibat kombinasi tekanan global seperti konflik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak, serta faktor domestik yang belum cukup menopang nilai tukar.

  • Bank Indonesia melakukan intervensi di pasar valuta asing melalui DNDF, NDF, dan operasi moneter untuk menstabilkan rupiah, sambil mencatat arus modal asing mulai kembali masuk ke pasar SBN dan SRBI.

  • DPR dan pemerintah menyiapkan langkah antisipasi fiskal agar pelemahan rupiah tidak berdampak luas pada ekonomi nasional, dengan memastikan APBN tetap aman menghadapi tekanan global dan harga minyak tinggi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menembus level Rp17.500 pada perdagangan Selasa (12/5). Pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, kenaikan harga minyak dunia, serta tekanan dari faktor domestik.

Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah masih berpotensi berlanjut dalam waktu dekat. Menurut dia, kombinasi sentimen global dan kondisi ekonomi domestik menjadi faktor utama yang menekan mata uang Garuda hingga menyentuh level psikologis baru.

Table of Content

Rupiah tembus 17.500 dipicu sentimen global dan domestik

Rupiah tembus 17.500 dipicu sentimen global dan domestik

Ibrahim menyebut rupiah telah bergerak ke level Rp17.500 per dolar AS dan berpotensi melemah lebih jauh dalam pekan ini.

"Hari ini rupiah terus mengalami pelemahan. Ya, sudah menyentuh di level Rp17.500 yang kemungkinan besar akan kembali menuju di Rp17.550-an. Angka Rp17.550 kemungkinan besar akan tercapai dalam minggu ini," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Selasa (12/5).

Menurut Ibrahim, tekanan eksternal datang dari konflik di Timur Tengah, terutama meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz. Penolakan AS terhadap proposal damai Iran serta serangan terhadap fasilitas energi di kawasan tersebut mendorong penguatan indeks dolar AS dan kenaikan harga minyak mentah dunia.

Lonjakan harga minyak berdampak langsung pada biaya transportasi global dan meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap inflasi. Situasi itu ikut memicu arus keluar modal dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dari sisi domestik, Ibrahim menilai pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 sebesar 5,61 persen belum cukup menopang rupiah karena masih ditopang konsumsi dan belanja pemerintah.

Ia juga menyoroti gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor padat karya.

"Sejak Januari sampai April 2026 sudah 40 ribu buruh baik di padat karya seperti manufaktur, tekstil, dan garmen serta elektronik ini sudah terkena PHK. Ada kemungkinan besar bahwa beberapa bulan ke depan PHK akan kembali meningkat yang cukup signifikan," tuturnya.

BI lakukan intervensi pasar untuk stabilkan rupiah

Bank Indonesia (BI) menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi konflik di Timur Tengah yang meningkatkan ketidakpastian global dan mendorong kenaikan harga minyak.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan permintaan dolar AS di pasar domestik juga meningkat akibat kebutuhan musiman seperti pembayaran utang luar negeri, dividen, dan kebutuhan ibadah haji.

"Dari domestik, meningkatnya kebutuhan dollar secara musiman seperti pembayaran ULN dan pembayaran deviden serta kebutuhan untuk ibadah haji mendorong peningkatan permintaan dolar di pasar domestik," ujar Destry dalam keterangannya, Selasa (12/5).

BI menegaskan akan terus berada di pasar melalui intervensi di pasar spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), dan Non Deliverable Forward (NDF). Bank sentral juga mengoptimalkan instrumen operasi moneter untuk meredam tekanan terhadap rupiah.

Destry mengatakan arus modal asing mulai kembali masuk ke pasar domestik, terutama ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

"BI juga melihat confidence investor asing di aset portfolio terus membaik yang tercermin dari masuknya inflow, khususnya ke Pasar SBN dan SRBI selama bulan April sebesar Rp61,6 triliun," ujarnya.

BI juga mencatat likuiditas valuta asing di dalam negeri masih memadai dengan pertumbuhan dana pihak ketiga valas mencapai 10,9 persen secara year to date pada akhir Maret 2026.

DPR dan pemerintah siapkan antisipasi fiskal

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah dan BI menyiapkan langkah antisipasi terhadap pelemahan rupiah agar tidak berdampak lebih luas pada ekonomi nasional.

"Ya tentu saja kita akan meminta kepada pemerintah dan stakeholder yang ada untuk mengantisipasi hal tersebut," ujar Puan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (12/5).

Menurut Puan, pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 akan menjadi momentum untuk memperkuat respons pemerintah terhadap tekanan global.

"Bagaimana dengan situasi global, ini kan juga bukan hanya Indonesia, ini terkait dengan situasi global. Apa yang akan dilakukan oleh pemerintah termasuk dengan BI, situasi ini jangan sampai pengaruhnya itu nantinya membuat Indonesia jadi terpuruk," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan APBN masih mampu menahan tekanan pelemahan rupiah dan kenaikan harga minyak dunia.

"Pada waktu kita hitung itu, kita asumsinya sudah di atas asumsi APBN rupiah-nya, jadi gak seheboh mungkin, tapi di atas itu, enggak jauh berbeda sama dengan sekarang. Jadi APBN-nya masih relatif aman," kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (12/5).

Purbaya juga menyebut pemerintah akan membantu menjaga stabilitas pasar obligasi untuk menahan kenaikan yield surat utang negara.

"Kita akan bisa mulai membantu, besok mungkin dengan masuk ke bond market," ujarnya.

FAQ seputar rupiah tembus Rp17.500

Apa penyebab rupiah tembus Rp17.500?

Pelemahan rupiah dipicu ketegangan Timur Tengah, kenaikan harga minyak, dan tekanan ekonomi domestik.

Apa langkah yang dilakukan BI?

BI melakukan intervensi di pasar spot, DNDF, dan NDF untuk menjaga stabilitas rupiah.

Berapa jumlah buruh yang terkena PHK hingga April 2026?

Sekitar 40 ribu buruh di sektor padat karya terkena PHK sejak Januari-April 2026.

Apakah APBN 2026 masih aman?

Menteri Keuangan Purbaya menyatakan APBN masih relatif aman meski rupiah melemah dan harga minyak naik.

Share
Topics
Editorial Team
Ana Widiawati
EditorAna Widiawati
Follow Us

Related Articles

See More