Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Konsolidasi Logistik BUMN Dipercepat, Tuntas Semester I-2026
Chef Operating Officer (COO) Danantara yang juga Kepala BP BUMN Dony Oskaria memberikan motivasi kepada peserta angkatan pertama Saraswati Fellowship saat Saraswati Fellowship Batch 1 Graduation di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Minggu (22/2). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
  • PT Pos Indonesia menjadi jangkar utama.

  • Konsolidasi melibatkan penggabungan entitas seperti Semen Logistik, Pupuk Logistik, Angkasa Pura Logistik, dan KAI Logistik untuk membentuk ekosistem logistik yang efisien dan kuat.

  • Hasil evaluasi fundamental business review pemerintah guna meningkatkan daya saing, efisiensi operasional, serta memperkuat posisi BUMN logistik di tingkat regional.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Danantara Asset Management menargetkan konsolidasi badan usaha milik negara (BUMN) sektor logistik dapat rampung pada semester pertama 2026.

Konsolidasi ini akan menjadikan PT Pos Indonesia sebagai jangkar utama, diperkuat oleh penggabungan sejumlah entitas logistik milik BUMN lain. Di antaranya adalah Semen Logistik, Pupuk Logistik, Angkasa Pura Logistik, serta KAI Logistik.

Kepala BP BUMN yang juga CEO Danantara Asset Management, Dony Oskaria, menjelaskan langkah ini merupakan bagian dari strategi besar membangun ekosistem logistik BUMN yang lebih solid dan efisien.

“Kami punya anak-anak perusahaan yang bergerak di bidang logistik itu totalnya banyak sekali. Kami mau bikin lebih efisien, lebih baik, lebih strong. Maka langkah selanjutnya adalah merger,” kata Dony dalam keterangannya, Senin (16/3).

Menurutnya, proses konsolidasi telah berjalan setelah perubahan struktur direksi di PT Pos rampung. Saat ini, integrasi lintas entitas logistik tengah dipercepat dengan target penyelesaian dalam waktu dekat.

Insya Allah dalam empat bulan ke depan sudah selesai. Masih ditargetkan rampung semester satu,” kata Dony.

Lebih jauh, ia mengungkap konsolidasi ini merupakan bagian dari hasil evaluasi menyeluruh terhadap seluruh BUMN melalui fundamental business review. Dari evaluasi tersebut, pemerintah menetapkan empat langkah strategis, yakni likuidasi, divestasi, konsolidasi, dan restrukturisasi.

Dalam konteks sektor logistik, opsi konsolidasi dinilai paling tepat untuk meningkatkan daya saing sekaligus efisiensi operasional. Integrasi berbagai entitas diharapkan mampu memangkas duplikasi fungsi, memperkuat jaringan distribusi, serta menciptakan skala ekonomi lebih besar.

Dony pun menyebut langkah ini diarahkan demi memperkuat posisi BUMN logistik Indonesia di tingkat regional. Dengan sistem yang lebih terintegrasi, alur distribusi barang—mulai dari pemasok hingga ke tangan masyarakat—diharapkan menjadi lebih lancar, cepat, dan andal.

Editorial Team