Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
IMG-20251002-WA0057.jpg
Proyek LRT Jakarta, progres pembangunan Fase 1B Velodrome–Manggarai telah mencapai 72,852/dok LRT

Jakarta, FORTUNE - Proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai akan segera selesai. Harapannya, LRT Jakarta Fase 1B itu akan mulai beroperasi pada pertengahan 2026.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk, selaku penggarap proyek, mengungkapkan, dalam perkembangan terbaru, perlintasan jalur layang LRT di atas Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono sudah tersambung 100 persen.

"Pemasangan bentang girder sepanjang 120 meter di atas Tol Ir Wiyoto Wiyono merupakan tahapan penting dalam pengerjaan LRT Jakarta Fase 1B," kata Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita dalam keterangan resminya, Senin (12/1).

Dengan tersambungnya lintasan tersebut, maka jalur layang LRT Jakarta telah terkoneksi dari Kelapa Gading (Jakarta Utara) sampai dengan Jalan Pramuka (Jakarta Pusat hingga Timur). Beberapa struktur utama di koridor Jalan Pemuda, Jalan Pramuka, Jalan Tambak, dan Jalan Sultan Agung juga telah terhubung.

Bagaimana langkah selanjutnya? "Untuk pekerjaan arsitektural dan mekanikal, elektrikal, plumbing (MEP) sedang berlangsung di Stasiun Pramuka BPKP, Stasiun Pasar Pramuka, Stasiun Matraman, serta Stasiun Manggarai. Kami optimistis pembangunan LRT Jakarta Fase 1B selesai tepat waktu," kata Ermy.

Secara menyeluruh, perseroan melaporkan, realisasi pembangunan proyek senilai Rp4,1 triliun milik PT Jakarta Propertindo itu telah mencapai 89,22 persen hingga akhir 2025. Dari segi pekerjaan rel atau trackwork, realisasinya telah mencapai 4,7 kilometer.

Dalam pembangunan proyek LRT Jakarta Fase 1B, WSKT turut mengimplementasikan solusi digital berbasis Building Information Modelling (BIM) dan teknologi Bentley Systems guna mempercepat pembangunan. Perseroan pun memanfaatkan drone fotogrametri serta simulasi 4D untuk memantau dan mengelola proyek secara real-time.

Dengan metode itu, WSKT telah mengidentifikasi dan menyelesaikan lebih dari 1.200 potensi kendala sebelum proses konstruksi berlangsung. "Waskita menggunakan platform digital terintegrasi yang menggabungkan data spasial, model BIM, dan jadwal pekerjaan dalam satu sistem," kata Ermy.

Editorial Team