Jakarta, FORTUNE – Di tengah awan mendung yang menggelayuti sektor otomotif nasional, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) memetik hasil positif pada pembukaan tahun ini. Emiten otomotif tersebut membukukan laba bersih Rp173 miliar sepanjang kuartal I-2026, tumbuh 8 persen dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).
Pencapaian ini diraih di tengah dinamika bisnis yang beragam. Perseroan memilih bergeming pada strategi penguatan kualitas pendapatan dan efisiensi operasional guna menjaga napas pertumbuhan.
Grup CFO MPMX, Beatrice Kartika, mengakui tantangan dari perlambatan ekonomi pada sektor otomotif masih terasa nyata. Namun, ia menegaskan fokus perusahaannya adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas.
“Strategi ini berhasil mendorong efisiensi operasional, memperkuat profitabilitas, serta menerapkan disiplin dalam pengelolaan risiko, khususnya pada segmen pembiayaan. Kami optimis MPMX dapat terus menjaga ketahanan kinerja secara berkelanjutan,” kata Beatrice dalam keterangan resminya di Jakarta, dikutip Senin (4/5).
Hingga Maret 2026, pendapatan bersih MPMX mencapai Rp4,0 triliun. Kendati tantangan pasar mengintai, laba usaha justru terkerek 6 persen (YoY) menjadi Rp193 miliar. Walhasil, margin laba usaha pun menebal menjadi 4,8 persen dari sebelumnya 4,3 persen.
Pada lini penyewaan kendaraan, MPMRent mencatatkan aktivitas lebih moderat dengan koreksi pendapatan 4 persen (YoY) menjadi Rp368 miliar. Namun, penurunan top-line ini tak menghalangi laju laba kotor yang justru melonjak 9 persen menjadi Rp83 miliar. Efeknya, margin laba kotor membaik signifikan ke level 22,6 persen.
“Peningkatan ini didorong oleh penurunan harga pokok penjualan, peningkatan profitabilitas pada bisnis penyewaan kendaraan, serta kontribusi yang lebih kuat dari penjualan mobil bekas,” kata Beatrice.
Sementara itu, segmen distribusi dan ritel roda dua lewat bendera MPMulia menampilkan performa variatif. Lesunya penjualan sepeda motor pada kanal distribusi mampu diimbangi oleh pertumbuhan pada sektor ritel dan stabilitas pendapatan dari purnajual.
Meski pendapatan bersih segmen ini terkoreksi tipis 3 persen menjadi Rp3.797 miliar, laba kotornya naik 2 persen menjadi Rp321 miliar dengan margin terjaga pada 8,5 persen.
Kondisi serupa terjadi pada lini asuransi, MPMInsurance. Meski pendapatan melandai 17 persen menjadi Rp204 miliar akibat penurunan kontribusi dari lini kendaraan bermotor dan properti, performa operasionalnya justru kian lincah.
Biaya pendapatan ditekan hingga 22 persen (YoY), yang kemudian mendorong hasil layanan asuransi tumbuh 10 persen menjadi Rp44 miliar. Selain itu, hasil investasi turut memberikan angin segar dengan kenaikan 34 persen menjadi Rp12 miliar, disokong oleh penguatan pendapatan lainnya.
