Jakarta, FORTUNE - PT MRT Jakarta (Perseroda) kembali memperluas peluang investasi internasional, demi mendukung pengembangan proyek kawasan berorientasi transit (transit oriented development).
Langkah tersebut dilakukan lewat gelaran Transit Oriented Development Investment Forum 2026 di Kantor Kedutaan Besar Indonesia di Singapura pada 24-25 September 2026. Perusahaan bekerja sama dengan Kedutaan Besar Indonesia di Singapura, Surbana Jurong Group, dan Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC).
Terkait target investasi, perusahaan tak memperinci nilainya "Memang ini untuk menyasar investor-investor terutama di Asia Tenggara," kata Kepala Divisi Property Management MRT Jakarta, M. Iqbal Bimo Arifianto, Kamis (24/9). "Karena investor luar ini bukan hanya membawa pembangunan bagi Jakarta, tapi juga membawa ilmu tentang cara mereka mengembangkan [kawasan] seperti apa, ruangnya, kotanya."
Forum tahunan itu mempertemukan para investor, pengembang, lembaga keuangan, perwakilan pemerintah, dan mitra strategis untuk menggali potensi kerja sama untuk proyek-proyek TOD oleh MRT Jakarta dan BUMD lain milik Provinsi DKI Jakarta. Secara khusus, MRT Jakarta akan memaparkan sejumlah proyek TOD yang direncanakan, seperti Kali Besar Heritage, Ultimate Development Blok M, Blok M Interchange, XGL Mixed-Use, dan Lebak Bulus Interchange Bus Terminal, Park and Ride, and Mixed Use.
"Akan ada sesi one-on-one kepada masing-masing investor dan menjelaskan proyek-proyek yang ada di MRT Jakarta," ujar Bimo.
Forum tersebut juga disponsori oleh PT Pembangunan Jaya Ancol, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung, PT Transportasi Jakarta, PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek, dan PT Integrasi Transit Jakarta.
Ini bukan TOD Investment Forum pertama bagi MRT Jakarta. Pada April 2024 misalnya, perusahaan juga melaksanakan acara serupa di Jepang. Saat itu, tidak kurang dari 50 perusahaan Jepang dan 9 perusahaan Indonesia hadir sebagai tamu undangan daari perwakilan lembaga pemerintah Jepang, pemilik lahan, konsultan, kontraktor, operator kereta, perusahaan properti dan real estate, serta perusahaan ritel.
Selain investor Asia Tenggara, MRT Jakarta juga berencana untuk memperluas basis investor ke kawasan Asia, seperti Hong Kong. "Tapi prosesnya masih berjalan, belum mencapai kesepakatan," kata Bimo.
