Jakarta, FORTUNE - PT Pegadaian menjalin kemitraan strategis dengan SMBC Corporation melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam Indonesia–Japan Strategic Partnership Forum di The Imperial Hotel Tokyo, Senin (30/3). Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam memperluas akses pendanaan global sekaligus memperkuat implementasi pembiayaan berbasis keberlanjutan (ESG).
Forum yang mengusung tema “Value Co-Creation: Building the Future of Energy, Industry, and Global Supply Chains” tersebut mempertemukan pemangku kepentingan utama dari kedua negara untuk memperkuat hubungan ekonomi dan menjajaki peluang kemitraan baru dalam kerangka Indonesia–Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA).
Penandatanganan MoU ini mencakup penyediaan fasilitas kredit dari SMBC kepada Pegadaian, termasuk skema social loans yang difokuskan pada sektor dengan dampak sosial tinggi. Langkah ini menjadi pijakan awal bagi Pegadaian untuk mengembangkan akses pendanaan luar negeri (offshore loan), sekaligus memperkuat struktur pembiayaan perusahaan dalam mendukung ekspansi bisnis yang berkelanjutan.
Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha, menegaskan bahwa kerja sama ini akan difokuskan pada penguatan kerangka keberlanjutan perusahaan.
“Pegadaian dan SMBC akan bersama-sama menyusun dan memperkuat Kerangka Keberlanjutan Pegadaian (Pegadaian Sustainability Framework), termasuk pengembangan fasilitas Orange Loan sebagai bagian dari solusi pembiayaan berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance). Inisiatif ini akan dipersiapkan bersama dengan Unit ESG Solutions SMBC, sehingga sejalan dengan standar internasional dan mendukung target keberlanjutan nasional,” ujar Ferdian.
Upaya ini menegaskan komitmen Pegadaian dalam mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam model bisnis, sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat regional, khususnya dalam ekosistem bullion dan pembiayaan berkelanjutan.
