- Low Tuck Kwong: 13.416.921.870 saham atau 40,251 persen.
- Elaine Low: 7.333.833.700 saham atau 22,002 persen.
- PT Sumber Suryadana: 3.333.380.000 saham atau 10 persen.
- Lim Chai Hock: 1.087.150.000 saham atau 3,261 persen.
- Jenny Quantero: 994.975.000 saham atau 2,985 persen.
- Low Yi Ngo: 62.364.800 saham atau 0,187 persen.
- Ulina Fitriani: 5.000.000 saham atau 0,015 persen.
- Alastair G.C. McLeod: 3.290.500 saham atau 0,01 persen.
- Pemegang saham publik di bawah 5 persen: 7.096.416.630 saham atau 21,289 persen.
Pemegang Saham BYAN Terbaru, Low Tuck Kwong Masih Terbesar

Low Tuck Kwong masih menjadi pemegang saham terbesar dan pengendali individu BYAN dengan 40,251 persen saham per akhir September 2026.
Nama Haji Isam maupun PT Jhonlin Baratama belum tercatat karena transaksi belum selesai, meski Jhonlin direncanakan mengakuisisi 10,084 miliar saham.
Kepemilikan Alastair G.C. McLeod turun menjadi 3,29 juta saham, sementara free float tetap 21,29 persen.
Jakarta, FORTUNE — Daftar pemegang saham BYAN terbaru per akhir September 2026 belum mencantumkan nama Andi Syamsudin Arsyad alias Haji Isam maupun PT Jhonlin Baratama.
Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek yang disampaikan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (5/10), komposisi pemegang saham utama masih sama seperti bulan sebelumnya.
Dari total 33,33 miliar saham BYAN yang tercatat di bursa, Low Tuck Kwong tetap menjadi pemegang saham terbesar sekaligus pengendali individu. Sementara itu, rencana pengalihan saham BYAN kepada PT Jhonlin Baratama belum tercermin dalam laporan tersebut.
Table of Content
Daftar pemegang saham BYAN terbaru
Berikut daftar pemegang saham BYAN berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per akhir September 2026:
BYAN tidak memiliki saham treasuri pada periode tersebut. Laporan juga mencatat jumlah saham tercatat di Bursa sebanyak 33.333.335.000 saham.
Low Tuck Kwong tercatat sebagai pemilik manfaat sekaligus pengendali tingkat individu dengan kepemilikan langsung sebesar 40 persen dalam bagian pemilik manfaat perseroan.
Kepemilikan direksi berubah
Perubahan kepemilikan pada September terjadi pada Alastair G.C. McLeod. Saham yang dimilikinya turun dari 4.000.000 saham pada bulan sebelumnya menjadi 3.290.500 saham pada September. Dengan perubahan tersebut, porsi kepemilikan McLeod turun dari 0,012 persen menjadi 0,01 persen.
Sebaliknya, kepemilikan Lim Chai Hock, Jenny Quantero, Ulina Fitriani, Low Tuck Kwong, dan Low Yi Ngo tidak berubah. Low Yi Ngo tercatat memiliki 62.364.800 saham dan masuk dalam jajaran direksi dengan status afiliasi pengendali.
Perubahan pada McLeod juga tercermin pada kepemilikan saham publik di bawah 5 persen. Jumlahnya naik dari 7.095.707.130 saham menjadi 7.096.416.630 saham, sedangkan persentase free float tetap 21,29 persen.
Transaksi Jhonlin belum mengubah komposisi
Belum masuknya nama Haji Isam atau PT Jhonlin Baratama berkaitan dengan transaksi pengalihan saham yang belum diselesaikan. Dalam penjelasan perseroan kepada BEI pada 25 September 2026, BYAN menyebut PT Jhonlin Baratama akan membeli 10.000.000.500 saham atau 30 persen dari seluruh saham perseroan.
Berdasarkan rencana awal tersebut, saham berasal dari Low Tuck Kwong dan Elaine Low. Setelah transaksi diselesaikan, kepemilikan Low Tuck Kwong diproyeksikan menjadi 6.951.170.541 saham atau sekitar 20,853 persen. Kepemilikan Elaine Low menjadi 3.799.584.529 saham atau sekitar 11,399 persen.
Pada saat itu, perseroan menyatakan Low Tuck Kwong tetap menjadi pemegang saham utama sekaligus pengendali BYAN. Rencana transaksi tersebut kemudian mengalami perubahan setelah jumlah saham yang akan dialihkan kepada Jhonlin Baratama ditambah menjadi sekitar 30,25 persen.
Haji Isam tambah porsi saham BYAN menjadi 30,25 persen
Setelah periode laporan tersebut berakhir, jumlah saham BYAN yang akan diakuisisi PT Jhonlin Baratama bertambah. Low Tuck Kwong, Elaine Low, dan PT Jhonlin Baratama menandatangani perubahan perjanjian jual beli saham bersyarat atau conditional sale and purchase of shares agreement (CSPA) pada 1 Oktober 2026.
Dalam perjanjian awal, Jhonlin Baratama akan mengambil alih 10.000.000.500 saham. Setelah perubahan CSPA, jumlah saham yang akan dialihkan bertambah 84.087.870 saham menjadi 10.084.088.370 saham.
Dengan penambahan tersebut, porsi saham BYAN yang akan dimiliki Jhonlin Baratama menjadi sekitar 30,25 persen. Namun, pelaksanaan dan penyelesaian transaksi masih bergantung pada pemenuhan sejumlah kondisi pendahuluan (conditions precedent).
BYAN belum mengetahui detail transaksi
Dalam penjelasan kepada BEI pada 25 September 2026, BYAN menyatakan baru mengetahui transaksi setelah menerima surat dari Low Tuck Kwong dan Elaine Low pada 16 September 2026. Keduanya menyampaikan telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat dengan PT Jhonlin Baratama pada tanggal yang sama.
Pada saat itu, perseroan menyatakan tidak mengetahui nilai transaksi, dasar penentuan harga, kondisi pendahuluan, target penyelesaian, maupun tahapan transaksi. Negosiasi dilakukan oleh para penjual tanpa melibatkan perseroan, Direksi, dan Dewan Komisaris, kecuali Low Tuck Kwong yang juga menjabat Presiden Direktur.
Sampai akhir September, BYAN belum menerima informasi mengenai rencana PT Jhonlin Baratama terkait pengelolaan perseroan setelah transaksi. BYAN menyatakan belum memiliki rencana perubahan Direksi maupun Dewan Komisaris.
Di sisi operasional, perseroan menyatakan kegiatan usaha dan entitas anak tetap berjalan di bidang pertambangan batu bara. Tiga anak usaha, yakni PT Tiwa Abadi, PT Tanur Jaya, dan PT Fajar Sakti Prima, telah memperoleh persetujuan perubahan RKAB 2026 pada 23 September dankembali menjalankan kegiatan pertambangan.
Jumlah pemegang saham nasabah pemilik SID juga meningkat dari 4.939 pada bulan sebelumnya menjadi 8.187 pada September 2026.
FAQ seputar daftar pemegang saham BYAN terbaru
Siapa pemegang saham terbesar BYAN? Pemehang saham BYAN terbesar adlaah Low Tuck Kwong dengan kepemilikan 40,251 persen.
Apakah Haji Isam sudah tercatat sebagai pemegang saham BYAN? Belum, nama Haji Isam dan PT Jhonlin Baratama belum tercantum dalam daftar pemegang saham September 2026.
Berapa saham BYAN yang akan dibeli PT Jhonlin Baratama? PT Jhonlin Baratama berencana membeli 10.000.000.500 saham atau 30 persen.
Apakah transaksi tersebut mengubah pengendali BYAN? BYAN menyatakan Low Tuck Kwong tetap menjadi pemegang saham utama dan pengendali setelah transaksi.





















