Jakarta, FORTUNE - Penjualan mobil nasional menunjukkan geliat positif sepanjang April 2026. Di sisi lain, persaingan antar merek juga semakin sengit, tercermin dari masuknya merek asal Cina, BYD, ke posisi tiga besar penjualan ritel (distribusi dealer ke konsumen) nasional.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan mobil secara ritel pada April 2026 tercatat mencapai 75.730 unit, meningkat 13 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, penjualan wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) mencapai 80.776 unit, melonjak 31 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Secara kumulatif, penjualan kendaraan nasional pada Januari–April 2026 secara wholesales tercatat sebanyak 289.787 unit, meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun penjualan ritel pada periode yang sama mencapai 287.581 unit.
Berdasarkan merek kendaraan, di segmen ritel, Toyota masih memimpin pasar otomotif nasional dengan total penjualan 23.008 unit. Posisi kedua ditempati Daihatsu dengan penjualan 12.300 unit.
Menariknya, mulai terjadi pergeseran peta persaingan. Jika pada Maret lalu Mitsubishi Motors masih berada di posisi ketiga dengan penjualan 5.132 unit, pada April posisinya turun ke peringkat keenam dengan realisasi penjualan yang sama. Sebagai gantinya, BYD merangsek ke posisi ketiga dengan penjualan ritel 6.274 unit, diikuti Suzuki sebanyak 5.965 unit dan Honda dengan penjualan 3.515 unit.
Merek kendaraan niaga Mitsubishi Fuso menempati posisi ketujuh dengan penjualan 3.452 unit. Pergerakan menarik juga terlihat dari merek asal China, Jaecoo, yang kini berada di posisi kedelapan dengan penjualan 3.009 unit, diikuti Isuzu sebanyak 1.896 unit. Sementara di posisi kesepuluh terdapat Wuling dengan penjualan 1.578 unit.
