Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
logo Petrosea
logo Petrosea (petrosea.com)

Intinya sih...

  • Petrosea (PTRO) memperluas portofolio proyek pertambangan, konstruksi, dan energi.

  • Perusahaan memiliki anak usaha strategis di berbagai bidang yang menopang diversifikasi bisnis.

  • Petrosea memiliki portofolio proyek aktif di berbagai wilayah Indonesia dengan kontrak jangka panjang.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — Profil dan prospek saham Petrosea (PTRO) menjadi perhatian pelaku pasar seiring konsistensi perusahaan memperluas portofolio proyek pertambangan, konstruksi, hingga energi.

PT Petrosea Tbk merupakan emiten jasa konstruksi dan pertambangan yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 1990 dan dikenal sebagai penyedia solusi terintegrasi pit-to-port di sektor energi.

Dalam keterbukaan informasi terbaru kepada BEI pada 9 Januari 2026, Petrosea melaporkan transaksi afiliasi berupa pengalihan kepemilikan saham antaranak usaha di dalam grup.

Manajemen menegaskan transaksi tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi internal dan tidak mengubah pengendalian akhir perusahaan, sekaligus menegaskan kepatuhan terhadap regulasi pasar modal yang berlaku.

Profil bisnis dan struktur usaha Petrosea

Petrosea bergerak di sektor energi dengan fokus utama pada jasa konstruksi, pertambangan, serta engineering, procurement, and construction (EPC).

Berdasarkan klasifikasi BEI, PTRO berada pada subsektor minyak, gas, dan batu bara dengan cakupan usaha yang luas, mulai dari pertambangan dan penggalian, konstruksi, perdagangan, logistik, hingga aktivitas profesional dan teknis.

Perseroan memiliki sejumlah anak usaha strategis yang menopang diversifikasi bisnis. Di antaranya Petros Solution Pty Ltd yang bergerak di solusi geologi dan EPC, PT Karya Bhumi Lestari di jasa pendukung pertambangan, serta PT Kemilau Mulia Sakti di bidang pertambangan batu bara.

Selain itu, Petrosea juga memiliki entitas yang fokus pada pengelolaan pelabuhan, infrastruktur, hingga jasa rekayasa.

Sebagai perusahaan jasa energi multidisiplin, Petrosea mengedepankan aspek keselamatan, manajemen risiko, dan tata kelola perusahaan. Manajemen menyatakan prinsip keberlanjutan menjadi bagian dari strategi bisnis jangka panjang, seiring tuntutan industri energi yang semakin kompleks.

Portofolio proyek dan kontrak jangka panjang

Dari sisi operasional, Petrosea memiliki portofolio proyek aktif yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, terutama Kalimantan, Papua, Sulawesi, dan Sumatra.

Proyek-proyek tersebut mencakup jasa pertambangan batu bara, pengupasan lapisan tanah, konstruksi infrastruktur tambang, hingga EPC untuk sektor mineral dan energi.

Beberapa kontrak utama Petrosea bersifat jangka panjang, seperti proyek pengupasan dan produksi batu bara Kideco di Kalimantan Timur hingga 2028, proyek jasa pertambangan Vale Indonesia hingga 2034, serta berbagai pekerjaan konstruksi dan layanan terpadu untuk Freeport Indonesia yang berjalan hingga 2026 dan seterusnya.

Keberadaan kontrak multi-tahun ini memberikan visibilitas pendapatan bagi perseroan.

Selain sektor batu bara, Petrosea juga memperluas eksposur ke mineral dan energi non-batu bara, termasuk proyek emas, nikel, serta dukungan EPC untuk proyek gas dan energi terintegrasi.

Keterbukaan informasi dan restrukturisasi internal

Pada 8 Januari 2026, Petrosea melakukan pengalihan kepemilikan satu saham atau setara 0,01 persen di PT Hafar Capitol Nusantara dari PT Hafar Daya Samudera kepada PT Petrosea Engineering Procurement Construction. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp10,17 juta.

Manajemen menyampaikan bahwa transaksi ini merupakan transaksi afiliasi antar anak usaha yang dikendalikan langsung maupun tidak langsung oleh perseroan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi ketentuan hukum dan tidak dikategorikan sebagai transaksi material, serta tidak memerlukan persetujuan RUPS maupun penilaian independen.

Prospek saham Petrosea (PTRO)

Dari sisi pasar modal, saham Petrosea diperdagangkan di level 11.750 per saham pada 14 Januari 2026, 11.59 WIB. Sejumlah analis menilai PTRO berada dalam fase ekspansi bisnis setelah mengamankan kontrak bernilai besar dalam beberapa tahun terakhir, terutama di sektor pertambangan multi-komoditas dan EPC.

Portofolio kontrak Petrosea yang terus bertambah dinilai memberikan visibilitas pendapatan hingga beberapa tahun ke depan. Selain itu, ekspansi ke layanan EPC dan EPCI, termasuk melalui penguatan bisnis offshore oil and gas, memperluas sumber pendapatan perseroan di luar jasa pertambangan konvensional.

Langkah diversifikasi tersebut juga dinilai berpotensi meningkatkan struktur profitabilitas seiring meningkatnya kontribusi proyek bernilai tambah dan eksposur ke klien berskala besar di sektor energi dan mineral.

Dengan rekam jejak panjang sejak 1972, basis proyek jangka panjang, serta diversifikasi ke EPC dan energi non-batu bara, Petrosea menempatkan diri sebagai salah satu pemain jasa energi terintegrasi di Indonesia.

FAQ seputar Petrosea

Apa bisnis utama PT Petrosea Tbk (PTRO)?

Petrosea bergerak di jasa pertambangan, konstruksi, serta engineering, procurement, and construction (EPC) sektor energi.

Apakah Petrosea memiliki kontrak jangka panjang?

Ya, Petrosea memiliki sejumlah kontrak pertambangan dan konstruksi multi-tahun hingga lebih dari 10 tahun.

Berapa harga saham PTRO terbaru?

Harga saham PTRO berada di level 11.750 per saham per 14 Januari 2026, 11.59 WIB.

Editorial Team