Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
logo Ormat Technologies, Inc
logo Ormat Technologies, Inc (ormat.com)

Intinya sih...

  • PT Ormat Geothermal Indonesia adalah anak usaha Ormat Technologies, Inc. yang tercatat di NYSE.

  • Ormat memiliki portofolio global 1,6 GW di panas bumi dan penyimpanan energi.

  • Perusahaan memenangkan lelang WKP Telaga Ranu di Maluku Utara pada Januari 2026.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — PT Ormat Geothermal Indonesia menjadi sorotan setelah perusahaan ini ditetapkan sebagai pemenang lelang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Ranu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Penetapan tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 8.K/EK.04/MEM.E/2026 tertanggal 8 Januari 2026.

PT Ormat Geothermal Indonesia merupakan bagian dari Ormat Technologies, Inc., perusahaan energi terbarukan yang tercatat di Bursa Efek New York (NYSE) dengan kode ORA. Induk usahanya dikenal sebagai penyedia solusi pembangkit listrik berbasis panas bumi, recovered energy generation (REG), serta penyimpanan energi di berbagai negara.

Profil dan model bisnis global Ormat

Dalam laman resminya, Ormat menyatakan fokus pada pembangkitan listrik dari panas bumi, energi terpulihkan, dan penyimpanan energi. Perusahaan tersebut mendesain, membangun, memiliki, dan mengoperasikan pembangkit listrik berbasis panas bumi dan limbah panas.

Ormat menyebut dirinya sebagai satu-satunya perusahaan terintegrasi secara vertikal yang bergerak di pembangkitan panas bumi dan recovered energy generation sekaligus penyimpanan energi. Model bisnis ini mencakup rekayasa, manufaktur, konstruksi, kepemilikan, hingga pengoperasian pembangkit.

Perusahaan berkantor pusat di Reno, Nevada, Amerika Serikat. Secara global, Ormat memiliki lebih dari 1.400 karyawan. Total portofolio pembangkitnya mencapai sekitar 1,6 gigawatt (GW), terdiri dari 1.268 MW panas bumi dan surya serta 350 MW penyimpanan energi yang tersebar di Amerika Serikat, Kenya, Guatemala, Indonesia, Honduras, dan Guadeloupe.

Sejarah Ormat sejak 1965

Ormat didirikan pada 1965 oleh Lucien Y. Bronicki bersama istrinya, Dita. Perusahaan ini berawal dari pengembangan paten dan riset Lucien di National Laboratory di bawah bimbingan Harry Z. Tabor, dengan fokus awal pada turbin surya kecil.

Pada 1966, Ormat memasang unit Organic Rankine Cycle (ORC) bertenaga surya berkapasitas 600 watt di Mali untuk menggerakkan pompa air listrik. Memasuki 1970-an, perusahaan memasok unit pembangkit untuk perusahaan telekomunikasi dan jaringan pipa minyak dan gas, termasuk Alyeska Pipeline di Alaska. Dari 120 unit yang dipasang pada 1975, sebagian masih beroperasi.

Setelah krisis minyak 1973, Ormat kembali mengembangkan teknologi surya dan membangun Solar Pond Power Plant berkapasitas 5 MW yang selesai pada 1982 dan beroperasi selama enam tahun. Penurunan harga minyak pada 1980-an membuat proyek tersebut tidak lagi ekonomis, sehingga Ormat mengalihkan fokus ke pembangkit panas bumi dan recovered energy.

Pada 1984, proyek Wubaska 700 kW menjadi ORC komersial pertama yang beroperasi di Amerika Serikat. Disusul Ormesa I berkapasitas 30 MW pada 1986. Ormat juga mengembangkan pembangkit panas bumi siklus gabungan pertama yang dipatenkan di Puna, Hawaii, pada 1992.

Tahun 2004 menjadi tonggak penting ketika Ormat melaksanakan penawaran umum perdana (IPO) di NYSE. Ekspansi berlanjut ke Turki melalui proyek DORA 1 berkapasitas 7,4 MW pada 2006. Di Turki, kapasitas yang dikembangkan Ormat disebut mencapai 900 MW di lebih dari 40 pembangkit.

Pada 2018, unit ketiga proyek panas bumi Sarulla di Sumatera Utara mulai beroperasi sehingga total kapasitas kompleks tersebut mencapai 330 MW. Sarulla menjadi salah satu pembangkit panas bumi terbesar di dunia. Ormat juga memperluas bisnis penyimpanan energi melalui akuisisi Viridity Energy pada 2017 serta pengoperasian proyek baterai di Texas dan California pada 2020.

Operasi Ormat di Indonesia

Kehadiran Ormat di Indonesia tercermin melalui keterlibatan dalam proyek Sarulla di Sumatera Utara. Unit ketiga yang mulai beroperasi pada Mei 2018 melengkapi tiga unit masing-masing 110 MW, dengan total kapasitas 330 MW.

Melalui PT Ormat Geothermal Indonesia, perusahaan kembali memperluas jejaknya dengan memenangkan lelang WKP Telaga Ranu di Maluku Utara. Perusahaan tersebut beralamat di Dea Tower II Lantai 8, Jalan Mega Kuningan Barat, Jakarta Selatan, dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) 8120004772563.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2017 dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 37 Tahun 2018, pemenang lelang wajib memenuhi kewajiban dalam waktu paling lama empat bulan sejak penetapan. Kewajiban itu meliputi pembayaran harga dasar data wilayah kerja sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan penempatan komitmen eksplorasi di bank BUMN.

Apabila kewajiban tersebut tidak dipenuhi, penetapan dapat gugur dan dialihkan ke peringkat berikutnya. Selain itu, badan usaha yang dibentuk untuk mengelola wilayah kerja wajib memiliki komposisi kepemilikan saham minimal 95 persen oleh pemenang lelang.

FAQ seputar PT Ormat Geothermal Indonesia

Apa itu PT Ormat Geothermal Indonesia?

Anak usaha Ormat Technologies, Inc. yang bergerak di pengembangan panas bumi di Indonesia.

Di mana proyek Ormat di Indonesia?

Salah satunya di Sarulla, Sumatera Utara, serta WKP Telaga Ranu di Maluku Utara.

Apa kewajiban pemenang lelang WKP Telaga Ranu?

Membayar harga dasar data WKP dan menempatkan komitmen eksplorasi dalam waktu maksimal empat bulan.

Editorial Team