Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
XLSMART Cetak Laba Bersih Dinormalisasi Rp1,37 Triliun di Q1-2026
Logo baru XLSMART setelah merger. (Fortune Indonesia/Tanayastri Dini)

Jakarta, FORTUNE - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) membukukan laba bersih yang dinormalisasi senilai Rp1,37 triliun pada kuartal-I 2026, naik 254 persen (YoY).

Sejalan dengan itu, perseroan mencatatkan EBITDA yang dinormalisasi (normalized EBITDA) sebesar Rp5,43 triliun dengan normalized EBITDA margin sebesar 46 persen. Pendapatan perseroan juga meningkat 38 persen (YoY) menjadi Rp11,84 triliun.

Penguatan kualitas, optimalisasi monetisasi layanan data, serta percepatan sinergi pasca merger yang mulai memberikan dampak positif. "Fokus utama XLSMART saat ini adalah memperkuat kualitas jaringan dan memperluas pengalaman 5G pelanggan di seluruh Indonesia," kata Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi dalam keterangan resminya, Selasa (12/5).

Hingga akhir Maret 2026, cakupan layanan 5G XLSMART telah hadir di 43 kota dan akan terus diperluas secara bertahap sepanjang 2026. Dengan jaringan yang semakin kuat dan terintegrasi, XLSMART juga berhasil menjaga kualitas layanan selama periode ramadan dan idulfitri meski trafik data meningkat hingga 21 persen.

Ekspansi 5G bertujuan mendukung pertumbuhan kebutuhan pelanggan terhadap layanan digital berkecepatan tinggi, mulai dari streaming, mobile gaming, produktivitas digital, hingga pemanfaatan teknologi AI dan cloud di masa depan. Ekosistem jaringan perseroan ditopang oleh lebih dari 253 ribu BTS.

"Integrasi jaringan dan ekspansi 5G menjadi fondasi utama XLSMART dalam membangun pengalaman digital generasi berikutnya di Indonesia," ujar Rajeev.

Selain itu, sekitar 40,3 ribu site telah berhasil diintegrasikan ke jaringan XLSMART, disertai penambahan sekitar 4,9 ribu site baru untuk memperluas cakupan dan meningkatkan kapasitas layanan data di berbagai wilayah strategis. Perseroan juga telah menyelesaikan sekitar 77 persen target tower dismantling sebagai bagian dari realisasi sinergi dan efisiensi operasional pascamerger.

Selaras dengan itu, trafik layanan data XLSMART pun tumbuh 36 persen (YoY) menjadi 3.867 Petabytes.

Sebagai konteks, layanan data dan digital tetap menjadi penopang utama bisnis perseroan dengan kontribusi sebesar 91,8 persen terhadap total pendapatan. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya kualitas pasar, optimalisasi portofolio pelanggan, serta peningkatan utilisasi layanan data bernilai tambah yang tercermin pada kenaikan blended ARPU menjadi Rp47,3 ribu.

Editorial Team