Jakarta, FORTUNE – Anak usaha PT Elnusa Tbk, PT Elnusa Petrofin (EPN), memperkuat distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 pada 9–11 Oktober 2026.
Perusahaan menyiagakan puluhan mobil tangki, memajukan jadwal operasional, serta menetapkan SPBU kantong guna mengantisipasi lonjakan konsumsi selama ajang balap internasional tersebut.
Pengamanan pasokan telah berlangsung sejak 4 Oktober 2026 melalui penyaluran BBM ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). EPN mengerahkan 28 unit mobil tangki dengan total kapasitas 440 kiloliter (KL), didukung 136 awak mobil tangki (AMT).
Perusahaan juga menambah dua unit mobil tangki spot charter berkapasitas 32 KL.
Penyaluran BBM dipasok dari Integrated Terminal (IT) Ampenan menuju 72 SPBU dan 45 Pertashop di seluruh Lombok. Untuk mengamankan pasokan di area sirkuit, EPN menetapkan SPBU 54.835.08 dan 54.835.14 sebagai titik penyiagaan pasokan utama.
Prioritas distribusi juga difokuskan pada gerbang masuk Pulau Lombok, meliputi Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur, Pelabuhan Lembar dan Gili Mas di Lombok Barat, serta Pelabuhan Bangsal di Lombok Utara. Memasuki puncak acara pada Sabtu (10/10), keberangkatan armada dimajukan mulai pukul 01.00.
“Kesiapan menghadapi Pertamina Grand Prix of Indonesia kami lakukan bukan hanya dengan memperkuat armada dan personel, tetapi juga memastikan aspek keselamatan dan kesehatan menjadi bagian utama dalam setiap proses distribusi," ujar Direktur Operasi & Pemasaran PT Elnusa Petrofin, Ferdiansyah, dalam keterangan pers, Jumat (9/10).
Di sisi pemeliharaan operasional, EPN mempercepat jadwal perawatan berkala armada. Seluruh mobil tangki wajib menjalani Pre-Trip Inspection (PTI) dan Daily Inspection (DI) di bawah pengawasan tim Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).
Keselamatan dan kondisi fisik AMT turut dipastikan melalui pemeriksaan Fit to Work (FTW) sebelum bertugas, pemerataan beban kerja (Load of Operation), serta penyediaan nutrisi tambahan dan vitamin. Pengawasan pengiriman di lapangan dan pusat dipantau secara real-time menggunakan sistem Road Traffic Control (RTC).
“Treatment yang diberikan tidak hanya kepada armada, tetapi juga kepada AMT, mulai dari kesiapan fisik, pembekalan menghadapi kondisi jalan, hingga dukungan selama operasional. Harapannya, seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan aman dan optimal selama event berlangsung,” kata Ferdiansyah.
