Jakarta, FORTUNE – Novo Nordisk mencatat lonjakan kinerja bisnis pada kuartal I-2026 seiring pesatnya pertumbuhan segmen terapi obesitas global. Strategi pengembangan obat GLP-1, terutama melalui pil Wegovy, menjadi motor baru pertumbuhan perusahaan farmasi asal Denmark tersebut di tengah meningkatnya permintaan terapi penurun berat badan.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan periode Januari–Maret 2026, Novo Nordisk membukukan penjualan sebesar 96,8 miliar crown Denmark (DKK), naik 24 persen secara tahunan. Laba operasional tercatat mencapai DKK59,6 miliar atau melonjak 54 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara kurs konstan (CER), penjualan perusahaan bahkan meningkat 32 persen. Kinerja itu turut terdorong pembalikan provisi terkait program harga obat 340B di Amerika Serikat. Sementara itu, penjualan segmen perawatan obesitas yang disesuaikan naik 22 persen pada kuartal pertama 2026.
Novo Nordisk menyebut pertumbuhan volume GLP-1 di berbagai wilayah menjadi penopang utama bisnis perusahaan. Di pasar internasional, penjualan meningkat 6 persen didorong kenaikan volume produk. Namun di Amerika Serikat, penjualan yang disesuaikan turun 11 persen akibat harga realisasi yang lebih rendah, meski sebagian tertutupi pertumbuhan volume portofolio Wegovy.
Momentum bisnis terbesar datang dari peluncuran pil Wegovy di AS pada 5 Januari 2026. Dalam laporan tersebut, Novo Nordisk mengungkap total resep mingguan pil Wegovy telah melampaui 200 ribu resep hingga pekan yang berakhir 17 April 2026.
Sepanjang kuartal I-2026, total resep Wegovy oral mencapai sekitar 1,3 juta dan kini telah digunakan lebih dari 2 juta kali sejak peluncurannya. Penjualan pil Wegovy sendiri mencapai DKK2,256 miliar pada kuartal pertama 2026.
