VIVA Apotek Akuisisi Farmaku, Perkuat Posisi di Industri Ritel Farmasi

Jakarta, FORTUNE - Ekspansi di sektor ritel kesehatan kian agresif. VIVA Apotek memperkuat langkahnya dengan mengakuisisi seluruh saham jaringan apotek Farmaku guna memperbesar skala usaha sekaligus meningkatkan daya saing di pasar nasional.
Melalui entitasnya, PT Sumber Hidup Sehat, aksi korporasi ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian bersyarat pada 10 April 2026 di kantor pusat perusahaan di Jakarta.
Langkah ini langsung menambah kapasitas jaringan. Farmaku saat ini mengoperasikan 10 gerai dengan penjualan tahunan sekitar Rp110 miliar. Setelah transaksi selesai, total gerai VIVA Apotek meningkat dari 115 menjadi 125 outlet yang tersebar di 44 kota dan kabupaten di Indonesia.
Direktur Utama VIVA Apotek, Haryanto Winata, menegaskan bahwa akuisisi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
"Akuisisi Farmaku menjadi langkah strategis untuk memperkuat jaringan VIVA Apotek serta mendorong efisiensi operasional melalui integrasi distribusi dan teknologi," ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Fortune Indonesia, dikutip Kamis (30/4).
Dari perspektif bisnis, transaksi ini tidak hanya menambah jumlah gerai, tetapi juga membuka peluang efisiensi melalui integrasi rantai pasok dan sistem pengadaan. Dengan skala ekonomi yang lebih besar, perusahaan menargetkan penurunan biaya operasional sekaligus meningkatkan potensi cross-selling produk kesehatan.
Selain itu, VIVA Apotek membidik penguatan penetrasi di segmen menengah ke atas yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan signifikan di industri ritel farmasi. Integrasi kedua entitas juga diharapkan mempercepat ekspansi jaringan dan memperluas jangkauan layanan kesehatan modern.
Menilik dinamika industri kesehatan dan perubahan perilaku konsumen, langkah ekspansi VIVA Apotek terjadi di tengah pertumbuhan industri ritel farmasi nasional yang kian solid. Berdasarkan riset Ken Research, nilai pasar ritel farmasi Indonesia telah mencapai sekitar US$10,8 miliar, didorong oleh meningkatnya prevalensi penyakit kronis, urbanisasi, serta kenaikan belanja kesehatan dari populasi yang menua. Tren ini juga mendorong permintaan obat resep maupun obat bebas (over-the-counter/OTC), seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan gaya hidup.
Di sisi lain, struktur pasar yang masih terfragmentasi membuka ruang bagi pemain besar untuk melakukan konsolidasi. Aktivitas ritel farmasi saat ini masih terkonsentrasi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, yang menjadi pusat pertumbuhan karena kepadatan populasi dan infrastruktur kesehatan yang lebih maju. Dalam konteks ini, ekspansi jaringan melalui akuisisi dinilai menjadi strategi krusial untuk memperluas jangkauan sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi.
Direktur Utama Farmaku, Iswandi Simardjo, melihat akuisisi ini sebagai peluang memperluas cakupan bisnis berbasis teknologi. "Perpaduan antara inovasi teknologi dan layanan digital Farmaku dengan kekuatan infrastruktur ritel VIVA Apotek akan menciptakan ekosistem omnichannel kesehatan yang komprehensif," katanya.
Sinergi tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem ritel kesehatan yang terintegrasi, mulai dari distribusi, operasional, hingga layanan berbasis digital. VIVA Apotek juga terus mengembangkan strategi omnichannel dengan mengombinasikan toko fisik dan platform digital, termasuk layanan WhatsApp Commerce yang memungkinkan interaksi pelanggan secara real-time
Riset yang sama juga menunjukkan pergeseran perilaku konsumen ke arah self-medication, di mana obat OTC menjadi segmen dominan karena kemudahan akses dan harga yang relatif terjangkau. Selain itu, digitalisasi layanan farmasi termasuk e-prescription dan integrasi dengan platform kesehatan digital, mulai membentuk ulang lanskap industri, mendorong pemain untuk mengadopsi model omnichannel agar tetap kompetitif.
Ke depan, industri ini diproyeksikan terus tumbuh seiring meningkatnya kesadaran kesehatan, adopsi layanan preventif, serta ekspansi platform e-pharmacy. Kombinasi faktor tersebut menjadikan sektor ritel farmasi sebagai salah satu area dengan pertumbuhan struktural jangka panjang, sekaligus mempertegas relevansi strategi ekspansi yang dilakukan VIVA Apotek.
















