- Komisaris Utama: Glenny H. Kairupan
- Komisaris: Sugito Anjasmoro
- Komisaris: Chairal Tanjung
- Komisaris Independen: Mawardi Yahya
- Komisaris Independen: Jaan Albrecht
- Komisaris Independen: Trey Urbahn
Jadi Dirut Garuda Indonesia, Siapa Thomas Sugiarto? Ini Profilnya

Thomas Sugiarto Oentoro diangkat sebagai Direktur Utama, menggantikan Glenny H. Kairupan.
Thomas pernah berkarier di Citibank, IFC, KV Asia Capital, INA, serta menjadi Komisaris Independen dan Wakil Direktur Utama Garuda.
Penunjukan ini mendukung pemulihan kinerja Garuda, termasuk pendanaan, pengelolaan biaya, pemulihan armada di tengah dinamika industri aviasi.
Jakarta, FORTUNE – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) merombak susunan dewan komisaris dan direksi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis (8/10).
Perseroan menunjuk Thomas Sugiarto Oentoro sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia. Ia dipercaya menggantikan Glenny H. Kairupan yang mendapat posisi baru sebagai Komisaris Utama GIAA, menggantikan Fadjar Prasetyo.
Thomas dikenal memiliki pengalaman luas di sektor investasi dan manajemen risiko. Ingin tahu lebih dalam mengenai siapa Thomas Sugiarto Oentoro? Simak profil, perjalanan karier, hingga kekayaannya berikut ini.
Table of Content
Siapa Thomas Sugiarto Oentoro?
Thomas Sugiarto Oentoro lahir pada 8 September 1970 di Jakarta. Ia merupakan lulusan jurusan Finance di New York University Stern School of Business pada 1995.
Tidak berhenti di situ, ia kemudian melanjutkan studi magisternya. Ia meraih gelar Master of Business Administration (MBA) di University of Chicago Booth School of Business periode 2010–2012.
Perjalanan karier Thomas Sugiarto Oentoro
Thomas mengawali karier profesional dalam bidang keuangan internasional di Citibank pada September 1995 hingga Maret 2004. Ia sempat menjabat sebagai banker senior, Management Associate, hingga Vice President di Citibank.
Ia melanjutkan kariernya di International Finance Corporation (IFC). Thomas dipercaya sebagai Senior Investment Officer pada 2004–2011.
Pada Agustus 2011, ia memutuskan untuk bergabung di KV Asia Capital sebagai Managing Director hingga 2015.
Tidak hanya itu, Thomas juga pernah menduduki posisi strategis sebagai Vice President Mezzanine Capital Unit dan Chief Risk Officer (CRO) di Indonesia Investment Authority (INA).
Thomas pertama kali bergabung dengan Garuda Indonesia sebagai Komisaris Independen pada Juni 2023 hingga Februari 2024. Pada Oktober 2025, ia diangkat sebagai Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia.
Pengalamannya sebagai pengawas dan pengurus Garuda Indonesia memberinya pemahaman. Khusunya di bidang tata kelola perusahaan serta tantangan dalam proses pembenahan maskapai.
Thomas Sugiarto Oentoro jadi Dirut Garuda Indonesia
Thomas Sugiarto Oentoro diangkat sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia. Penunjukannya berlangsung ketika perseroan masih menjalankan agenda pemulihan kinerja keuangan dan operasional.
Manajemen menilai pengalaman investasi dan manajemen risiko yang dimiliki Thomas relevan dengan kebutuhan Garuda Indonesia saat ini. Ia diharapkan dapat menangani kebutuhan pendanaan, pengelolaan biaya, serta pemulihan armada yang padat modal.
“Pemulihan armada dan pengembangan jaringan memerlukan keselarasan keputusan keuangan, operasional, dan komersial agar tambahan kapasitas turut memperkuat pendapatan serta arus kas perusahaan,” tulis manajemen dalam keterangan resminya.
Dalam keterangan resminya, perusahaan menyebut aksi korporasi ini sebagai bagian dari upaya melanjutkan pemulihan kinerja. Langkah tersebut dilakukan di tengah tantangan industri penerbangan, termasuk kenaikan biaya operasional dan kebutuhan memperkuat posisi keuangan.
Kekayaan Thomas Sugiarto Oentoro
Kekayaan Thomas Sugiarto Oentoro mencapai Rp50,08 miliar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 17 Maret 2026. Sumber kekayaan utamanya ditopang oleh aset tanah dan bangunan senilai Rp47,4 miliar di berbagai lokasi.
Thomas tercatat memiliki tanah seluas 2 ribu meter persegi di Kabupaten Badung dan bangunan 200 meter persegi di Jakarta Selatan masing-masing Rp12 miliar. Ia juga melaporkan aset properti di Jakarta Pusat senilai Rp15 miliar dan Rp8,4 miliar di Jakarta Selatan.
Lebih dari itu, Thomas memiliki dua mobil dengan nilai gabungan Rp1,15 miliar. Kendaraan tersebut mencakup Danza D9 senilai Rp875 juta dan BYD M6 sebesar Rp275 juta.
Dari segi aset finansial, Thomas mengantongi kepemilikan atas surat berharga senilai Rp1,7 miliar, kas dan setara kas sebesar Rp1,86 miliar, serta harta lainnya Rp998 juta.
Jajaran Komisaris dan Direksi Garuda Indonesia
Selain mengangkat Thomas, Garuda Indonesia merombak jajaran dewan komisaris dan direksi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 8 Oktober 2026.
Dalam perubahan tersebut, Jean Albrecht yang pernah menjabat sebagai CEO Saudi Airlines ditunjuk menjadi Komisaris Independen. Sementara itu, Eric Ferdinand Sofyal diangkat sebagai Direktur Operasi setelah sebelumnya menduduki posisi serupa di Citilink.
Berikut susunan terbaru dewan komisaris dan direksi Garuda Indonesia setelah RUPSLB 8 Oktober 2026.
Komisaris Garuda Indonesia
Direksi Garuda Indonesia
- Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
- Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara
- Direktur Operasi: Eric Ferdinand Sofyal
- Direktur Teknik: Mukhtaris
- Direktur Komersial: Alan McIntyre
- Direktur Human Capital & Corporate Service: Dina Sandri Fani
- Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills
FAQ seputar siapa Thomas Sugiarto Oentoro
Siapa itu Thomas Sugiarto? Thomas Sugiarto Oentoro merupakan profesional di sektor keuangan dan investasi.
Siapa Direktur Utama Garuda Indonesia saat ini? Thomas Sugiarto Oentoro menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia baru berdasarkan hasil RUPSLB pada 8 Oktober 2026.
Kenapa Thomas Sugiarto jadi Dirut Garuda Indonesia? Thomas dinilai memiliki pengalaman investasi dan manajemen risiko yang relevan dengan kebutuhan Garuda Indonesia.
Seperti apa perjalanan karier Thomas Sugiarto? Thomas pernah menjabat sebagai Komisaris Independen dan Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia.




















