Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
SM+ Akuisisi Lima Data Center PDG, Perkuat Infrastruktur Digital
Data center PDG di Surabaya. Credit: SMPlus Data center PDG di Surabaya/Dok. SM+
  • SM+ menandatangani perjanjian definitif mengakuisisi bisnis data center enterprise PDG, mencakup lima fasilitas beroperasi di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Pekanbaru.
  • Setelah transaksi rampung dan syarat penutupan terpenuhi, SM+ akan mengelola 31 fasilitas infrastruktur di 25 kota untuk memperluas layanan serta kapasitas digital.
  • PDG akan memusatkan pengembangan pada kampus data center hyperscale JC2, JC3, dan JC4, setelah sebelumnya membangun portofolio hyperscale sekitar 400 MW di Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT SMPlus Digital Investama (SM+) menandatangani perjanjian definitif untuk mengambil alih bisnis pusat data (data center) enterprise milik Princeton Digital Group (PDG) di Indonesia. Kesepakatan ini mencakup lima fasilitas yang telah beroperasi di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Pekanbaru.

President Director & Group CEO SM+ Holdings, Herson Suindah, mengatakan akuisisi tersebut menjadi bagian penting dari upaya perusahaan membangun platform infrastruktur digital nasional.

"Akuisisi ini menjadi tonggak sejarah penting dalam perjalanan kami dalam membangun platform infrastruktur digital nasional terdepan di Indonesia," ujar Herson dalam keterangannya, Rabu (14/10).

Menurut Herson, tambahan lima fasilitas tersebut akan memperluas cakupan operasional SM+ di berbagai wilayah Indonesia. Perusahaan juga menargetkan penguatan kapasitas layanan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan seiring perkembangan ekonomi digital.

"Langkah staregis tersebut juga memperkuat kemampuan kami dalam melayani pelanggan seiring komitmen perusahaan untuk terus mendukung ekonomi digital Indonesia," katanya, menambahkan.

Setelah transaksi rampung, SM+ akan mengelola total 31 fasilitas infrastruktur yang tersebar di 25 kota. Integrasi aset baru ini diharapkan mendukung peningkatan layanan sekaligus membuka ruang ekspansi bisnis, dengan infrastruktur yang andal dan dapat ditingkatkan kapasitasnya sesuai kebutuhan.

Ekspansi tersebut berlangsung di tengah meningkatnya konsumsi data, adopsi komputasi awan (cloud), serta transformasi digital di kalangan korporasi Indonesia. Kondisi ini turut mendorong kebutuhan terhadap infrastruktur pusat data.

Sementara itu, Chief Operating Officer & Co-Founder Princeton Digital Group, Varoon Raghavan, menyebut Indonesia sebagai salah satu pasar utama perusahaan sejak awal beroperasi di Tanah Air.

"Kami mengakuisisi fasilitas kelas enterprise ini sebagai bagian dari strategi enter-and-expand dalam memasuki pasar, dan sejak saat itu telah mengembangkan portofolio data center hyperscale sekitar 400 MW di Indonesia," ujarnya.

Setelah melepas bisnis pusat data enterprise tersebut, PDG akan memusatkan perhatian pada pengembangan kampus pusat data berskala besar, termasuk JC2, JC3, dan JC4. Strategi ini ditujukan untuk memperkuat posisi perusahaan di segmen hyperscale.

Transaksi SM+ dan PDG saat ini masih menunggu penyelesaian sejumlah persyaratan penutupan yang berlaku umum (customary closing conditions). Dalam kesepakatan tersebut, UBS AG Singapore Branch bertindak sebagai penasihat keuangan eksklusif SM+.

Curated For You

Editorial Team

Related Article